Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kenapa Makan Kurma Dianjurkan Ganjil Saat Berbuka Puasa? Ini Penjelasan Hadis dan Manfaat Medisnya

Mizan Ahsani • Jumat, 13 Maret 2026 | 12:00 WIB

Ilustrasi Kurma
Ilustrasi Kurma

Jawa Pos Radar Lawu - Kurma menjadi salah satu makanan yang sangat identik dengan bulan Ramadan.

Banyak umat Muslim memilih kurma sebagai hidangan pertama saat berbuka puasa karena mengikuti sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Namun, ada satu hal yang sering menimbulkan pertanyaan, yakni mengapa makan kurma dianjurkan dalam jumlah ganjil seperti satu, tiga, atau tujuh butir.

Tradisi makan kurma ganjil bukan sekadar kebiasaan, tetapi memiliki dasar dalam ajaran Islam serta berkaitan dengan manfaat kesehatan.

Rasulullah SAW diketahui sering mengonsumsi kurma sebelum melaksanakan salat Magrib ketika berbuka puasa.

Selain itu, beliau juga menganjurkan umatnya untuk memulai berbuka dengan kurma karena dianggap sebagai makanan yang penuh keberkahan.

Baca Juga: Selain Puasa, Ini Amalan Prioritas di Bulan Ramadan yang Pahalanya Berlipat Ganda

Sunnah Rasulullah SAW yang Menyukai Bilangan Ganjil

Anjuran makan kurma dalam jumlah ganjil berkaitan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang menyukai bilangan ganjil dalam berbagai amalan.

Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering memilih bilangan ganjil, baik dalam ibadah maupun aktivitas sehari-hari.

Salah satu riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat melaksanakan salat Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil.

Riwayat dari Anas bin Malik menyatakan:

“Rasulullah SAW tidak pergi pada hari Idul Fitri hingga beliau memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil.”

Kebiasaan tersebut kemudian menjadi sunnah yang diikuti oleh banyak umat Islam hingga sekarang.

Bilangan ganjil juga sering dimaknai sebagai simbol tauhid karena Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Esa.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda mengenai keutamaan kurma, khususnya kurma Ajwa:

“Barang siapa yang sarapan dengan tujuh butir kurma Ajwa, maka tidak akan membahayakan dirinya racun maupun sihir pada hari itu.” (HR Bukhari).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kurma bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki nilai keberkahan dalam ajaran Islam.

Manfaat Kurma bagi Kesehatan

Selain alasan spiritual, konsumsi kurma dalam jumlah yang tidak berlebihan juga memiliki manfaat kesehatan.

Praktisi kesehatan dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Rumah Sakit Islam (RSI), dr.

Titik Kusumawinakhyu, menjelaskan bahwa porsi makan kurma saat berbuka sebaiknya cukup satu hingga tiga buah.

Hal ini karena kurma mengandung kalori dan karbohidrat yang cukup tinggi. Dalam 100 gram kurma terdapat sekitar 228 kilokalori energi dan sekitar 75 gram karbohidrat yang dapat dengan cepat mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa.

Jika dikonsumsi terlalu banyak, kandungan gula alami pada kurma dapat meningkatkan kadar glukosa darah serta memperberat metabolisme tubuh.

Karena itu, konsumsi kurma dalam jumlah sederhana dinilai sudah cukup untuk memulihkan energi.

Baca Juga: Pesanan Parcel Lebaran di Kota Madiun Tembus Ratusan Paket, UMKM Kebanjiran Order Jelang Hari Raya

Kandungan Antioksidan yang Bermanfaat

Kurma juga dikenal memiliki berbagai kandungan nutrisi penting bagi tubuh. Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah ini mengandung antioksidan seperti fenolik, flavonoid, ferulic acid, hingga quercetin.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine pada 2014 menyebutkan bahwa kandungan tersebut berperan penting dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Quercetin misalnya, diketahui dapat membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Selain itu, antioksidan dalam kurma juga berpotensi membantu menghambat pertumbuhan sel tumor serta menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Mengikuti Sunnah Sekaligus Menjaga Kesehatan

Pada akhirnya, anjuran makan kurma dalam jumlah ganjil bukanlah kewajiban dalam Islam, melainkan bagian dari sunnah yang dianjurkan untuk diikuti.

Kebiasaan ini tidak hanya memiliki makna spiritual sebagai bentuk meneladani Rasulullah SAW, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Dengan mengonsumsi kurma secukupnya, umat Muslim dapat memperoleh energi dengan cepat saat berbuka puasa sekaligus menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh.

Karena itu, tidak heran jika kurma tetap menjadi pilihan utama banyak orang untuk mengawali hidangan berbuka selama bulan Ramadan.(*)

*Nizaria,Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#Hadist #ramadhan #manfaat kurma #ganjil #kurma #2026 #buka puasa #idul fitri