Jawa Pos Radar Lawu - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan suci Ramadan yang sangat dinantikan oleh umat Islam.
Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan karena setiap ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.
Karena keutamaannya yang luar biasa, hampir semua umat Muslim berharap dapat meraih keberkahan malam tersebut dengan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
Namun demikian, ternyata tidak semua orang bisa mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.
Dalam sejumlah riwayat dan penjelasan ulama, disebutkan ada beberapa golongan manusia yang terhalang dari ampunan dan keberkahan malam tersebut.
Penjelasan ini dinukil dari Kitab Al-Targhib wat Tarhib, yang menyebutkan bahwa Allah memberikan ampunan kepada orang-orang beriman pada malam tersebut, kecuali kepada empat golongan tertentu.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika fajar tiba, Malaikat Jibril memerintahkan para malaikat untuk kembali.
Para malaikat kemudian bertanya tentang keadaan umat Nabi Muhammad SAW pada malam itu.
Malaikat Jibril menjawab bahwa Allah telah melihat mereka dan memberikan ampunan kepada mereka, kecuali empat golongan manusia.
Lalu para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai siapa saja golongan tersebut.
Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih di Malam ke 23 Ramadan, Turunnya Lailatul Qadar? Pahala Besar Menanti
Rasulullah kemudian menjelaskan empat kelompok yang tidak mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.
1. Orang yang Terbiasa Meminum Minuman Keras
Golongan pertama adalah orang yang gemar meminum minuman keras atau segala sesuatu yang memabukkan.
Dalam ajaran Islam, khamr termasuk dosa besar karena dapat merusak akal dan mendorong seseorang melakukan berbagai perbuatan maksiat lainnya.
Kebiasaan ini menjadi salah satu penghalang turunnya rahmat dan ampunan Allah pada malam Lailatul Qadar.
2. Anak yang Durhaka kepada Orang Tua
Golongan kedua adalah mereka yang durhaka kepada orang tua.
Berbuat kasar, membentak, menghina, atau menyakiti hati orang tua termasuk perbuatan yang sangat dibenci dalam Islam. Bahkan dalam berbagai hadis disebutkan bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua.
Karena itu, sikap durhaka dapat menjadi penghalang seseorang memperoleh keberkahan dan ampunan pada malam istimewa tersebut.
3. Orang yang Memutus Tali Silaturahmi
Golongan ketiga adalah orang yang memutus hubungan silaturahmi dengan keluarga atau kerabat.
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan. Memutus silaturahmi termasuk dosa besar yang dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.
Menjaga silaturahmi juga disebut sebagai salah satu amalan yang dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
Baca Juga: Makna dan Arti Malam Lailatul Qadar
4. Orang yang Bermusuhan Lebih dari Tiga Hari
Golongan terakhir adalah orang yang bermusuhan atau tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari tiga hari.
Para ulama menjelaskan bahwa seorang Muslim tidak diperbolehkan memutus hubungan dengan sesama Muslim dalam waktu yang lama tanpa upaya berdamai.
Permusuhan yang berlarut-larut dapat menjadi penghalang turunnya ampunan Allah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk segera memperbaiki hubungan dan saling memaafkan, terlebih saat bulan Ramadan yang penuh rahmat.
Demikian empat golongan yang disebut tidak mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar menurut penjelasan ulama dalam Kitab Al-Targhib wat Tarhib.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat tersebut dan diberikan kesempatan untuk meraih keberkahan serta ampunan Allah pada malam Lailatul Qadar. Wallahu a’lam.(*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani