Jawa Pos Radar Lawu - Tak terasa umat Islam segera memasuki 10 hari kedua bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Fase pertengahan ini dikenal sebagai fase maghfirah atau ampunan, momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.
serupa disebutkan dalam riwayat yang dibawakan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitab Syu'abul Iman dan Ibnu Khuzaimah , disebutkan bahwa awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya rahmat, dan akhirnya perpisahan dari api neraka.
Sebagian ulama menilai hadis tersebut berstatus dhaif (lemah), namun tetap dapat diamalkan dalam konteks fadhailul a'mal atau keutamaan beramal.
Yang pasti, sepanjang hari di bulan Ramadhan adalah keberkahan dan kesempatan emas untuk memperbaiki diri.
Baca Juga: Puasa di Era Notifikasi: Tantangan Lapar Fisik dan Lapar Digital di Bulan Ramadhan
Evaluasi Ibadah di 10 Hari Pertama
Memasuki fase kedua Ramadhan, penting bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah.
Apa yang telah dilakukan selama 10 hari pertama? Apakah ibadah semakin meningkat atau justru menurun?
Dalam kitab Ihya' Ulumuddin , Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ada orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus. Hal itu bisa terjadi karena:
-
Berbuka dengan sesuatu yang haram
-
Melakukan gibah (menggunjing)
-
Tidak menjaga anggota badan dari dosa
Peringatan ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR Ath-Thabrani)
5 Perkara yang Menghapus Pahala Puasa
Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda bahwa ada lima perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa:
-
Berbohong (dusta)
-
Ghibah (menggunjing)
-
Namimah (mengadu domba)
-
Bersummpah palsu
-
Memandang lawan jenis dengan syahwat
Kelima hal ini sering dianggap sepele, padahal dapat merontokkan pahala puasa yang telah susah payah dijaga seharian.
Amalan Terbaik di 10 Hari Kedua Ramadhan
Memasuki fase maghfirah, umat Islam dianjurkan meningkatkan amalan berikut:
1. Memperbanyak Sedekah
Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan (HR At-Tirmidzi).
Bahkan memberi makan orang berbuka puasa, meski hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air, tetap mendapatkan pahala besar.
Sedekah tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menyebabkan terhapusnya dosa.
2. Menghidupkan Salat Sunnah dan Qiyam Ramadhan
Selain salat tarawih, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunah, termasuk tahajjud dan witir. Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling berkesinambungan, meskipun sedikit.”
Konsistensi menjadi kunci agar ibadah tetap terjaga hingga akhir Ramadhan.
Baca Juga: Mengapa Maksiat Masih Terjadi Saat Ramadhan Padahal Setan Dibelenggu? Ini Penjelasan Ulama
3. Memperbanyak Tilawah Al-Qur'an
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW setiap malam Ramadhan didatangi Malaikat Jibril untuk melakukan mudarasah Al-Qur'an.
Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan interaksi yang intens dengan Al-Qur'an.
Membaca, mentadabburi, dan mengamalkan isi Al-Qur'an menjadi amalan utama di fase pengampunan ini.
4. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Fase maghfirah adalah waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Pintu-pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari .
Momentum ini seharusnya tidak disia-siakan.
5. Menjaga Lisan dan Perbuatan
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan perilaku. Tanpa itu, puasa hanya menjadi rutinitas fisik tanpa nilai spiritual.
Baca Juga: Menjaga Waktu di Bulan Ramadhan: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Refleksi Ulama tentang Makna Umur m
Momentum Pengampunan yang Tidak Boleh Terlewat
Banyak ulama yang mengingatkan bahwa di pertengahan Ramadhan biasanya semangat ibadah mulai menurun. Oleh karena itu, fase 10 hari kedua justru menjadi konsistensi.
Jika 10 hari pertama adalah adaptasi, maka 10 hari kedua adalah fase pembuktian kesungguhan.
Siapa yang mampu menjaga kualitas ibadah di fase ini, insyaAllah akan lebih siap menyongsong 10 hari terakhir yang penuh kemuliaan.
Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapatkan rahmat dan keberkahan Ramadhan tahun ini. Aamiin. (*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani