Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Memburu Lailatul Qadar di Malam Tanggal Genap, Benarkah Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Ulama

Mizan Ahsani • Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:01 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu - Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang dinanti umat Islam pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Malam ini disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga banyak umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah demi meraih keutamaannya.

Namun, muncul pertanyaan yang sering mengemuka setiap Ramadhan: apakah Lailatul Qadar hanya terjadi pada malam ganjil, ataukah bisa juga datang pada malam genap?

Keutamaan Lailatul Qadar dalam Al-Qur'an dan Hadis

Dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr ayat 3 disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu, Allah SWT melimpahkan rahmat dan rahmat-Nya kepada hamba yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

“Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”

Bahkan dalam riwayat lain ditegaskan agar mencarinya di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir tersebut.

Hadis dari Ubay bin Ka'ab RA yang diriwayatkan Muslim juga menyebutkan bahwa malam ke-27 Ramadhan memiliki kemungkinan kuat sebagai Lailatul Qadar.

Hal ini membuat sebagian umat Islam lebih fokus beribadah pada malam-malam ganjil.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! H-1 Menuju Malam Lailatul Qadar, Berikut 10 Keutamaannya

Penjelasan Ulama: Bisa Jadi di Malam Genap

Meski banyak hadis yang menyebut malam ganjil, sejumlah ulama memberikan penjelasan yang lebih luas. Salah satunya adalah Ibnu Hazm Al Andalusi dalam kitab Al Muhalla .

Beliau menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi sekali dalam setahun, khususnya di bulan Ramadhan dan hanya pada sepuluh malam terakhir.

Namun, tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti malam berapa hal itu terjadi.

Ibnu Hazm juga menjelaskan perhitungan yang menarik:

Permasalahannya, jumlah hari Ramadhan (29 atau 30) baru ditentukan di akhir bulan melalui rukyatul hilal.

Artinya, di tengah Ramadhan, umat Islam belum mengetahui secara pasti apakah malam ganjil versi hitungan akhir akan bertepatan dengan tanggal ganjil atau genap.

Dengan demikian, secara probabilitas, Lailatul Qadar tetap mungkin terjadi pada malam tanggal genap.

Dua Cara Menghitung Sepuluh Malam Terakhir

Dalam literatur fikih i'tikaf dan Lailatul Qadar, dijelaskan bahwa ada dua cara menghitung sepuluh malam terakhir:

  1. Dihitung dari depan: malam ke-21, 23, 25, 27, 29.

  2. Dihitung dari belakang (sisa hari Ramadhan): sisa 9, 7, 5, 3, dan 1 malam.

Penjelasan ini juga diperkuat oleh hadis riwayat Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, yang menunjukkan bahwa malam genap bisa menjadi malam ganjil jika dihitung dari sisa hari Ramadhan.

Inilah yang membuat para ulama menekankan pentingnya menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir, bukan hanya diputar pada tanggal ganjil saja.

Baca Juga: Amalan Malam Lailatul Qadar, Meraih Berkah di Malam yang Istimewa

Kesimpulan: Jangan Abaikan Malam Genap

Berdasarkan penjelasan para ulama dan hadis-hadis Nabi, Lailatul Qadar memang lebih sering dikaitkan dengan malam ganjil.

Namun, bukan berarti malam genap pasti bukan Lailatul Qadar.

Karena banyaknya hari Ramadhan dan perbedaan metode perhitungan, malam genap tetap memiliki kemungkinan sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam Ramadhan terakhir dengan:

Dengan kesungguhan di setiap malam, baik ganjil maupun genap, peluang meraih kejayaan Lailatul Qadar akan semakin terbuka lebar. (*)

*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#ramadhan #istimewa #lailatul qadar #al-quran #muslim #amalan #hadis nabi