Jawa Pos Radar Lawu - Dalam Islam, nasihat bukan cuma basa-basi, tapi bagian penting dari agama. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda, “Agama itu adalah nasihat.” (HR. Muslim)
Tapi kenyataannya, banyak orang zaman sekarang justru susah banget nerima nasihat. Ada yang langsung tutup telinga, bahkan ada juga yang marah dan baper. Padahal, nasihat itu tanda peduli, lho.
Apa Itu Nasihat dan Kenapa Penting?
Menurut KBBI, nasihat itu semacam petunjuk atau anjuran buat kebaikan. Dan di dunia nyata, orang yang mau nerima nasihat biasanya punya mental yang dewasa. Bahkan Rasulullah SAW, yang sudah luar biasa sempurna akhlaknya, nggak gengsi denger saran dari para sahabatnya. Jadi, kalau kamu ngerasa terlalu “hebat” buat dinasihati… yuk pikir ulang!
Lalu, Kenapa Banyak yang Susah Dinasihati?
Berikut ini beberapa penyebab umum kenapa nasihat sering nggak mempan:
1. Merasa Lebih Pinter
Orang jadi males dinasihati kalau ngerasa lebih tinggi: entah itu soal jabatan, umur, atau ilmu. Ujung-ujungnya muncul pikiran, “Siapa sih dia mau nasehatin gue?”
2. Cara Ngomongnya Bikin Illfeel
Niat baik kalau disampaikan dengan nada tinggi, sinis, atau seolah menggurui? Ya wajar kalau orang jadi tersinggung. Niat baik = cara baik.
3. Merasa Nggak Dimengerti
Kadang, orang yang dinasihati merasa si pemberi nasihat nggak ngerti apa yang dia alami. Jadi, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.
4. Timing-nya Salah
Ngasih nasihat pas orang lagi emosi, sedih, atau di depan umum? Salah besar. Bukannya sadar, dia malah makin defensif.
5. Kurang Dekat Secara Emosional
Orang biasanya lebih nerima nasihat dari orang yang mereka percaya dan kenal dekat. Kalau hubungan personalnya kurang, nasihatnya juga kurang “nendang”.
6. Memang Keras Kepala
Ada juga tipe orang yang pokoknya anti dinasihati. Mau sehalus apapun penyampaiannya, tetap aja denial. Ini udah masuk ke level hati yang keras.
Tips Biar Nasihatmu Nggak Mental
Kalau kamu pengen kasih nasihat tapi takut disalahpahami, coba deh tips ini:
- Gunakan bahasa yang lembut, jangan terkesan menggurui
- Sampaikan secara pribadi, bukan di depan banyak orang
- Pilih waktu yang pas, pas mood si dia lagi stabil
- Bangun koneksi emosional dulu
- Tunjukkan bahwa kamu peduli, bukan mau nge-judge
Sikap Muslim Sejati: Mau Dengar dan Mau Diingatkan
Seorang Muslim sejati nggak akan gengsi menerima nasihat, siapa pun yang kasih. Bahkan kalau datang dari orang yang lebih muda atau bukan siapa-siapa.
Seperti sabda Rasulullah SAW:
"Agama adalah nasihat. Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, pemimpin Muslim, dan seluruh umat Muslim." (HR. Muslim)
Jadi, jangan langsung alergi sama nasihat. Kadang, kebenaran itu datang dari lisan orang yang bahkan nggak kamu sangka.
Nasihat Itu Tanda Sayang
Kalau ada yang ngasih kamu nasihat, jangan langsung emosi. Bisa jadi dia cuma pengen kamu jadi lebih baik. Sebaliknya, kalau kamu merasa harus menasihati seseorang, pastikan caranya tepat dan hatimu tulus.
Ingat, nasihat yang disampaikan dengan kasih sayang lebih mudah menyentuh hati. (fin)
Editor : AA Arsyadani