Jawa Pos Radar Lawu - Dalam Islam, setiap perjalanan dianjurkan dimulai dengan doa.
Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud syukur dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Doa Umum Naik Kendaraan (Darat, Laut, Udara)
Doa ini dapat dibaca saat naik mobil, motor, kereta, kapal, maupun pesawat.
Arab:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Latin:
Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wama kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun.
Artinya:
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) ini untuk kami, padahal kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS Az-Zukhruf: 13–14)
Doa Naik Kapal atau Kendaraan Laut
Doa ini dibaca ketika menaiki perahu atau kapal, sebagaimana doa Nabi Nuh a.s.
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Latin:
Bismillahi majraha wa mursaha, inna rabbî laghafûrun rahîm.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang menjalankan dan menghentikan (kapal) ini. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Hud: 41)
Doa Naik Pesawat atau Kendaraan Udara
Meski tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, doa naik kendaraan umum tetap dianjurkan dibaca saat naik pesawat. Esensinya sama: memohon keselamatan dalam perjalanan.
Gunakan doa naik kendaraan seperti pada QS Az-Zukhruf: 13–14.
Hikmah Membaca Doa Naik Kendaraan
Mengingat nikmat Allah, menumbuhkan tawakal, menolak bahaya, mengingat akhir tujuan hidup, mengamalkan sunnah, dan menanamkan adab sejak dini. Membaca doa saat naik kendaraan bukan hanya sunnah, tapi juga bentuk perlindungan diri. Baik bepergian dekat maupun jauh, darat, laut, atau udara, biasakan membaca doa ini agar perjalanan menjadi aman, lancar, dan diridhai Allah SWT. (fin)
Editor : AA Arsyadani