Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Niat Puasa 9 dan 10 Muharram: Jangan Lewatkan Keutamaan Tasu'a dan Asyura!

Riski Asari • Kamis, 26 Juni 2025 | 19:24 WIB
Dua hari spesial di bulan Muharram, yuk raih pahala puasa Tasu’a dan Asyura dengan niat yang benar dan penuh keikhlasan!
Dua hari spesial di bulan Muharram, yuk raih pahala puasa Tasu’a dan Asyura dengan niat yang benar dan penuh keikhlasan!

Jawa Pos Radar Lawu - Tanggal 9 dan 10 Muharram merupakan hari-hari istimewa dalam kalender Hijriyah yang dianjurkan untuk diisi dengan puasa sunnah.

Dalam Islam, hari ke-9 dikenal sebagai Tasu’a, sementara hari ke-10 disebut Asyura.

Kedua hari ini memiliki keutamaan besar, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits dan kitab para ulama.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram…” (HR Muslim)

Kenapa Puasa di Bulan Muharram Begitu Istimewa?

Bulan Muharram termasuk bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah.

Berpuasa di dalamnya, terutama pada tanggal 9 dan 10, adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Selain mengikuti sunnah Nabi, puasa ini menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan dan pahala yang berlimpah.

Baca Juga: Rahasia Amalan di Bulan Muharram: Puasa Asyura Bisa Hapus Dosa Setahun!

Bacaan Niat Puasa 9 dan 10 Muharram

Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram):

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Puasa Asyura (10 Muharram):

Nawaitu shauma ‘Âsyûrâ-a lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Umum Puasa Muharram:

Nawaitu shaumal Muharrami lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat bisa dibaca dalam hati atau dilafalkan dengan lisan mulai dari malam hari hingga sebelum tergelincirnya matahari (zawâl), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Tata Cara Puasa Muharram

  1. Niat sejak malam atau pagi hari sebelum zawâl.
  2. Makan sahur menjelang subuh.
  3. Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
  4. Menjaga lisan dan perbuatan dari maksiat yang merusak pahala puasa.
  5. Segera berbuka saat matahari terbenam (maghrib).

Hadits tentang Pahala Puasa Asyura

“Banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus.” (HR an-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Selain menahan lapar dan haus, penting untuk menjaga akhlak, lisan, dan hati selama berpuasa agar ibadah ini tak hanya sah, tapi juga berpahala. Puasa 9 dan 10 Muharram adalah momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan niat yang benar dan persiapan yang baik, kamu bisa mendapatkan keutamaan besar di dua hari mulia ini. Yuk, hidupkan bulan Muharram dengan ibadah dan amal saleh! (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#keutamaan bulan Muharram #puasa muharram #puasa tasua