Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Simak, Jangan Keliru Ini Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Nur Wachid • Sabtu, 15 Maret 2025 | 20:40 WIB
Perbedaan Nuzulul Quran dan lailatul Qadar
Perbedaan Nuzulul Quran dan lailatul Qadar

Jawa Pos Radar Lawu - Terdapat dua malam yang dinantikan umat Islam selama bulan Ramadhan, yaitu Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar. Kedua malam tersebut merupakan malam dimana Al-Qur’an diturunkan. Lantas, apa perbedaan diantara dua peristiwa tersebut?

Berikut Perbedaan Nuzulul Qur’an dan malam Lailatul Qadar :

Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur’an adalah waktu ketika ayat pertama Al-Qur’an diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad.

Nuzulul Qur’an merupakan malam dimana Al-Qur’an diturunkan pertama kali oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadhan. Ketika itu Rasulullah berusia 40 tahun (sekitar 608-609 M)

Dikutip dari laman NU, Syekh Ali As-Shabuni menyebutkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira yang terletak 5 kilometer dari Mekkah.

Kala itu Malaikat Jibril datang dan memeluk Rasulullah SAW memberikan wahyu pertama yakni Qs. Al-Alaq ayat 1-5.

Maka dari itu, umat Islam setiap tahun akan ada peristiwa memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan.

Biasanya umat Islam akan menggelar berbagai macam kegiatan positif dan bermanfaat kala itu, seperti mengaji, mentadabburi Qur’an, pengajian, khataman, sedekah, buka bersama, hingga syukuran.

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah waktu ketika Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh ke Baitul Izzah.

Lailatul Qadar juga merupakan malam yang sangat istimewa bagi Al-Qur’an. Sebagaimana telah disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Qs. Al Qadr ayat 1-5 sebagai berikut :

“Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i). Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in). Tanazzalul-malā'ikatu war rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr(in). Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr(i).”

Artinya : “Sesungguhnya kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Malam Lailatul Qadar sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan bahwa akan ditemui pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, khususnya di malam ganjil.

Carilah Lailatul Qadar pada tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. (HR. Bukhari)

Sehingga secara jelas terdapat perbedaan waktu di antara keduanya. Perayaan malam Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan setiap tanggal 17 Ramadhan, dan telah menjadi tradisi turun-temurun di Indonesia.

Perbedaan pandangan tentang waktu turunnya wahyu pertama Al-Qur’an memang ada, tetapi Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan telah mendapat pembenaran dari sudut pandang sejarah menurut satu versi.

Sedangkan malam Lailatul Qadar tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan datangnya.

Namun berdasarkan sabda Rasulullah SAW menyebutkan Malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. (aris-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#ramadhan #lailatul qadar #Nuzulul Qur'an