PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Antusiasme penggemar Dewa 19 di Ponorogo mencapai puncaknya.
Malam ini (30/8), band legendaris Indonesia itu akan tampil memeriahkan puncak perayaan Hari Jadi Ponorogo ke-529 di Alun-Alun Ponorogo.
Guna mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo menyiapkan sembilan titik kantong parkir resmi, sekaligus menutup lima ruas jalan utama di sekitar lokasi konser.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Sarpras Dishub Ponorogo, Setyo Budiono, mengatakan bahwa penutupan jalan akan dimulai pukul 15.45 WIB dan dibuka kembali sekitar pukul 22.00 WIB.
Tujuannya adalah menjaga keamanan, mengurangi kemacetan, dan memberi ruang khusus untuk tamu VIP serta penonton.
“Seluruh jalan lingkar Alun-Alun akan steril dari kendaraan,” ungkap Budi.
Daftar 9 Titik Kantong Parkir Konser Dewa 19 di Ponorogo
Untuk kenyamanan penonton konser, Dishub menyebar kantong parkir di berbagai titik strategis. Berikut lokasi lengkapnya:
1. Sisi selatan Jalan Trunojoyo
2. Sisi selatan Jalan Urip Sumoharjo (Ursum)
3. Sisi timur Jalan Diponegoro
4. Sisi timur Jalan Raden Saleh
5. Sisi utara Jalan Jendral Sudirman (Jendsud)
6. Sisi timur Jalan Gatot Subroto
7. Eks Pasar Lanang (kondisional)
8. Jalan Bhayangkara (kondisional)
9. Jalan Janoko (kondisional)
Jalan Ditutup, Jalur Guest Star Disiapkan
Penutupan jalan mencakup:
Sisi utara Jalan Jendral Sudirman (Jendsud)
Sisi timur Jalan Jendral Subroto
Sisi timur Jalan Diponegoro
Jalan Raden Saleh
Jalan Urip Sumoharjo (Ursum)
Jalan Jendsud difokuskan sebagai kantong parkir kendaraan roda dua (R2), sementara kendaraan roda empat (R4) diarahkan ke Jalan Ursum dan ruas lainnya yang lebih lapang.
“Kami juga siapkan jalur khusus untuk guest star agar lebih steril dan terorganisir,” imbuh Budi.
Tarif Parkir Resmi dan Imbauan
Selama konser berlangsung, Dishub memberlakukan tarif parkir insidentil resmi:
Motor (R2): Rp 3.000
Mobil (R4): Rp 5.000
Dishub menargetkan pendapatan parkir konser ini mencapai Rp 10 juta. Pengunjung diimbau tidak membayar melebihi tarif resmi dan meminta karcis parkir sebagai bentuk kontrol serta mencegah praktik parkir liar.
“Kami sarankan warga menggunakan sepeda motor agar tidak terjadi kemacetan, sekaligus lebih mudah mencari parkir,” tegas Budi. (kid)
Editor : Nur Wachid