Jawa Pos Radar Lawu - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara, digemparkan oleh kaburnya puluhan tahanan pada Senin, 10 Maret 2025, jelang berbuka puasa.
Sedikitnya 50 tahanan dilaporkan melarikan diri melalui atap dan pintu utama lapas.
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Sejumlah saksi mata melihat para tahanan berlarian ke arah jalan raya, beberapa diantaranya hanya mengenakan celana pendek.
Kepolisian dari Polres Aceh Tenggara bersama warga berusaha menghalau dan menangkap para tahanan, namun sebagian besar berhasil kabur.
Kasatreskrim Polres Aceh Tenggara, Iptu Bagus Pribadi, membenarkan insiden tersebut.
“Sekarang kami masih melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang kabur,” ujarnya kepada detikSumut.
Didominasi Kasus Narkotika, Lapas Kutacane Kelebihan Kapasitas
Lapas Kelas II B Kutacane diketahui mayoritas dihuni oleh narapidana kasus narkotika, baik sabu maupun ganja.
Kapasitas lapas ini hanya sekitar 117 orang, namun data per 7 Agustus 2024 mencatat jumlah penghuni mencapai 419 orang, lebih dari tiga kali lipat kapasitas yang seharusnya.
Dari video yang beredar, tampak beberapa narapidana memanjat pagar dan melompat keluar dari atap yang dibobol.
Lalu lintas di sekitar lapas pun sempat macet akibat kepanikan warga yang melihat langsung kejadian tersebut.
Seorang warga, Fahmi, mengatakan banyak tahanan yang keluar dari pintu depan lapas.
“Tadi sore menjelang buka puasa, napi-napi kabur. Mereka berlarian ke arah keramaian,” katanya.
Hingga saat ini, petugas lapas dan kepolisian masih melakukan pencarian terhadap para tahanan yang melarikan diri.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat keberadaan narapidana yang kabur. (*)
Editor : Riana M.