Dingin Ekstrem Melanda Madiun Raya, Suhu Terdingin 1994 Diprediksi Terulang Tahun Ini, Ini Penjelasan BMKG
Nur Wachid• Kamis, 18 Juli 2024 | 02:29 WIB
Fenomena bediding menjadi penyebab suhu dingin di Madiun Raya saat ini. (PINTEREST)
MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Madiun Raya dan sekitarnya saat ini tengah mengalami fenomena cuaca dingin ekstrem yang dikenal sebagai Bediding.
Kondisi ini menyebabkan suhu lingkungan terasa lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama di wilayah selatan Indonesia.
Menurut BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Bediding merupakan bagian dari siklus musiman yang terjadi akibat aktifnya angin monsun timuran yang bersifat kering dan dingin.
Fenomena ini biasanya berlangsung pada bulan Juni hingga September, dengan puncaknya terjadi pada bulan Agustus, seiring dengan puncak musim kemarau.
Apa Itu Bediding?
Bediding adalah kondisi di mana suhu lingkungan turun secara signifikan dibandingkan dengan normalnya.
Fenomena ini ditandai dengan tidak adanya tutupan awan dan rendahnya intensitas hujan. Angin monsun timuran yang bersifat kering-dingin menjadi penyebab utama dari suhu dingin ini.
Dampak Bediding di Madiun Raya
Kesehatan
Cuaca dingin yang ekstrem mempengaruhi indeks kenyamanan tubuh, terutama bagi warga lanjut usia yang lebih rentan terhadap perubahan suhu.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan tetap hangat dan menghindari paparan dingin yang berlebihan.
Pertanian
Fenomena Bediding juga berdampak signifikan pada sektor pertanian. Di daerah dataran tinggi, embun es atau frost dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman, mengakibatkan layu atau mati.
Petani diharapkan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi guna melindungi tanaman mereka.
Peternakan
Cuaca dingin ekstrem berpotensi menyebabkan kematian pada hewan ternak, khususnya unggas dan ternak yang tidak tahan terhadap suhu rendah.
Peternak diimbau untuk memberikan perlindungan ekstra kepada hewan ternak mereka agar terhindar dari dampak negatif cuaca dingin ini.
Data Suhu Ekstrem
Berdasarkan catatan BMKG Malang, suhu terendah dalam 30 tahun terakhir di wilayah ini tercatat mencapai 11,3°C pada bulan Agustus 1994.
Kondisi serupa diperkirakan dapat terjadi kembali pada periode Bediding tahun 2024 ini.
Langkah Antisipasi
Untuk mengatasi dampak negatif dari fenomena Bediding, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Penggunaan pakaian hangat, penambahan isolasi pada rumah, serta perlindungan ekstra bagi tanaman dan ternak merupakan beberapa langkah yang dapat diambil. (kid)