NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi - Crowded di Terminal Tipe A Kertonegoro Ngawi segera paripurna.
Itu menyusul kepastian revitalisasi tahap III tahun ini dengan dana miliaran rupiah.
Proyek pembangunan lanjutan yang sempat mandek selama setahun pada 2023.
''Alhamdulillah, (revitalisasi, Red) sudah dilanjutkan lagi," kata Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) TTA Kertonegoro Ali Imron Hariyadi, Minggu (23/6).
Hariyadi mengaku bahwa selama tiga tahun terakhir situasi terminal selalu crowded.
Terutama saat musim mudik lebaran dan nataru.
Sebab, ruang keberangkatan digabung dengan ruang kedatangan.
Tahun ini, problem itu bakal teratasi.
Selter pemberangkatan penumpang akan selesai tahun ini
"Jadi, nanti sudah tidak berjubel lagi," ujarnya.
Proyek lanjutan tahap ketiga itu dikerjakan oleh CV Nusa Jaya Karya dengan nilai kontrak Rp 8,8 miliar.
Proyek langsung dari Kementerian Perhubungan itu teken kontrak pada 5 Juni 2024 dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender.
Soal target, pembangunan fisik terminal Kertonegoro, September selesai.
"Saat momen mudik nanti sudah bisa digunakan untuk ruang keberangkatan bus," ungkap Hariyadi.
Hariyadi mengatakan, revitalisasi meliputi beberapa bagian.
Mulai landasan terminal, ruang tunggu, ruang agen bus, dan food court.
''Juga jembatan penyeberangan dan ruang laktasi,'' ujarnya.
Diketahui, pembangunan selter pemberangkatan penumpang yang dilakukan sejak 2021.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap.
Selama dua tahun, 2021 dan 2022, sudah menghabiskan anggaran Rp 8,4 miliar.
Dengan kata lain, terminal Kertonegoro Ngawi sudah digelontor belasan miliar rupiah untuk pembangunan fisik.
Tahap pertama pondasi, tahap kedua bangunan ruang tunggu pemberangkatan. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan