PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Suhu politik pilkada Ponorogo semakin memanas.
Petahana bupati, Sugiri Sancoko mulai pasang badan hadapi gempuran lawan politiknya.
Kamis (2/5) malam lalu misalnya, bersama Lisdyarita, keduanya mengambil formulir pendaftaran bacalon bupati dan wakil bupati di kantor DPC PKB Ponorogo.
Kang Giri sapaan akrab Sugiri Sancoko mengatakan, langkah tersebut diambil seiring momentum tahapan pilkada yang saat ini berjalan.
Berencana macung kembali dengan Lisdyarita sebagai wakil bupati, rekomendasi dari partai PKB tersebut diharapnya mampu didapat mendatang.
Meski belum final, dia berharap partainya mampu berkoalisi menangkan perebutan kursi kepala daerah tersebut.
''Kalau saya harapannya fixed dengan Lisdyarita, kalau ada lainnya yang diajukan koalisi kedepan tentu kami pertimbangkan,’’ ujarnya.
Dapatkan restu dari DPC PDIP, Giri mengaku pasrah siapa yang bakal dampinginya pada pilkada mendatang.
Entah, Lisdyarita ataupun calon lainnya. Tak segan merayu, dia berharap keinginannya itu turut didukung PKB dan partai lainnya.
''Mudah-mudahan bisa bersama, bersinergi membangun Ponorogo. Kami berniat menggandeng PKB serta partai lain,’’ katanya
Maklum bukan hanya Lisdyarita, dalam penjaringan itu Ibnu Alfandy Multazam turut berbarengan mengambil formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati.
Putra, ketua PKB Ibnu Multazam itu turut berencana macung dalam kontestasi pilkada mendatang.
''Sejauh ini baru ada pak Sugiri Sancoko mendaftar bacabup, sedangkan Lisdyarita dan Ibnu Alfandy mendaftar sebagai bacawabup,’’ ujar Ketua DPC PKB Ponorogo Ibnu Multazam.
Multazam memastikan tak ada intervensi pada pendaftaran pencalonan tersebut.
Terbuka untuk umum, siapapun bisa mendaftar ke partainya.
Baik kader partai, partai lain pun masyarakat. Nantinya, seluruh peserta tersebut bakal diajukan ke DPP untuk direkomendasi dijukan dan diusung koalisi pada pilkada nanti.
''DPC tidak punya wewenang untuk memberikan rekomendasi, kita hanya mengusulkan nama-nama. Nanti hasilnya yang menentukan dari DPP,’’ tegas Multazam. (gen)
Editor : Nur Wachid