PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Membeludak kunjungan pasar malam Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur layaknya madu bagi ekonomi daerah.
Puluhan juta perputaran cuan saban malamnya, membuat Pemkab setempat berencana memperpanjang event tahunan itu.
Sempat diwacanakan tutup besok (21/8), jadwalnya ditambah hingga sepekan ke depan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo Ringga Dwi Irawan mengatakan, digelar selama 22 hari belakangan antusiasme pengunjung melebihi ekspektasi.
Penutupan diundur 28 April mendatang. ‘’Kami tambah beberapa hari demi menjawab antusiasme warga yang datang setiap malam tidak pernah sepi,’’ kata Ringga.
Ringga mengamini pendapatan dari pasar malam lumayan menggiurkan. Retribusi yang masuk pendapatan asli daerah (PAD) tembus Rp 400 juta.
Meningkat satu strip dari tahun sebelumnya di angka Rp 352 juta. Ringga optimis pendapatan bertambah menyentuh angka setengah miliar seiring perpanjangan pasar malam.
‘’Semoga bisa karena antusiasme pengunjung tinggi,’’ ujarnya sembari menyebut terdapat lebih dari 250 pedagang pasar malam.
Ringga menambahkan bahwa selain tradisi berkunjung ke pasar malam saat lebaran, keberadaan wahana seperti tong stand, bianglala, hingga wahana kincir angin menjadi magnet kunjungan.
Pun, membuat mereka betah berlama-lama menghabiskan waktu di Alun-alun.
‘’Perputaran uang di Alun-alun juga sangat tinggi. Sejak pembukaan hingga sekarang kami taksir lebih dari Rp 10 miliar,’’ bebernya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid