PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu– Mesin politik di Ponorogo mulai panas tujuh bulan jelang Pilkada serentak.
Seiring bertebaran baliho bergambar Sugiri Sancoko terpampang di sejumlah titik di kabupaten ini.
Baliho itu menampilkan foto Kang Giri, sapaan akrabnya, di bawahnya bertuliskan sejumlah tagar seperti rong periode (dua periode), pisan ngkas (sekali lagi).
Siapa pemasangnya? Kang Giri mengaku baliho tersebut dipasang oleh simpatisan yang menginginkan dirinya macung kembali pada Pilkada tahun ini. Baliho itu disebar di berbagai titik.
Salah satunya, di sekitar Pasar Legi. ''Katanya yang pasang relawan, tapi belum pamit saya itu masangnya,’’ ujarnya saat ditemui di sela kegiatan kemarin (15/4).
Disinggung niatan maju kembali dalam kontestasi Pilkada, Kang Giri menjawab malu-malu kucing.
Kendati enggan membeber hal tersebut, menurutnya pencalonan merupakan kebijakan partai politik (parpol) dan masyarakat.
Pun, dia menilai momen lebaran ini terlampau dini jika membahas Pilkada.
''Belum saatnya (bahas pilkada, Red), tergantung setuju tidak nanti saya pikir-pikir,’’ ujarnya.
Dia tak menampik banyak pertimbangan jika ingin macung lagi.
Tidak terkecuali, munculnya kabar burung sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju dalam Pilkada.
Seperti Didik Subagio (Lurah Purworejo), Ibnu Multazam (Ketua DPC PKB Ponorogo), Eko Mulyadi (Lurah Karangpatihan), Lisdyarita (Wabup), hingga Agus Pramono (Sekda).
''Kalau nama-nama yang muncul saya tidak komentar dulu, lebaran dulu dibahas nanti,’’ ungkapnya.
Selain di persimpangan jalan, baliho Kang Giri rong periode jamak bertebaran di jejaring sosial. Desain dan pesan yang disampaikan sama persis.
Pun, baliho tanpa dilengkapi identitas parpol maupun pemasangnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid