PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu– Keberadaan balon udara rakitan menjadi atensi Pemkab Ponorogo di lebaran kali ini.
Tak ingin kejadian meledak pun aktivitas membahayakan itu terulang, mereka meminta masyarakat hapuskan tradisi lebaran tersebut.
Pun, tak ada lagi balon udara terbang di langit Ponorogo.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan, tradisi balon udara tak patut lagi dilakukan. Seiring, keberadaannya justru membahayakan.
Baik mengganggu penerbangan ataupun membahayakan masyarakat, hingga picu kebakaran.
Apalagi, kebadaraan petasan yang dipasang pada balon udara yang berpotensi melukai.
''Tidak usah ada balon udara, tahun kemarin sudah tidak ada, lebaran ini juga kami minta ditiadakan,’’ katanya.
Kang Giri sapaan akrab bupati menambahkan, telah berkoordinasi dengan Polres setempat sikapi keberadaan balon udara tersebut.
Tegas, dia meminta petugas keamanan menindak setiap perakit balon udara. Tak terkecuali penyokong dana bila memungkinkan.
''Pemudik yang pulang ke Ponorogo monggo kami sambut, tapi tidak usah ada balon udara yang terbang, mohon dihormati dan ditaati peraturan yang ada,’’ tegasnya.
Terpisah, Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo mengatakan peningkatan kewaspadaan dilakukan petugas jajaran Polsek antisipasi keberadaan balon udara.
Pun, tak pandang bulu pihaknya berencana mengamankan setiap warga yang kedapatan membuat dan menerbangkan balon udara.
Di lain sisi, sosialisasi turut digencarkan beberapa pekan terakhir cegah tradisi berbahaya tersebut terulang di Ponorogo.
''Babinkantimas kami aktifkan sosiasialisasi, cegah pembuatan balon udara, dan kalau ada kami tetap tindak tegas,’’ pungkasnya. (gen)
Editor : Nur Wachid