PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Polisi telah bergerak cepat membekuk maling yang berkeliaran di Ponorogo beberapa waktu belakangan ini.
Polres Ponorogo berhasil menangkap sindikat maling dari luar kota yang beroperasi di wilayah hukum kabupaten ini beberapa waktu lalu.
Namun, diringkusnya sindikat maling tersebut ternyata belum sepenuhnya menumpas tindak pencurian di Bumi Reog.
Terbaru, dua kejadian di lokasi berbeda disasar maling. Pertama, di Kelurahan Purbosuman, Ponorogo.
Maling berhasil membobol rumah saat ditinggal pemiliknya salat tarawih ke masjid. Bahkan maling membawa kabur uang Rp 5 juta punya pemilik rumah.
‘’Pencuri mematikan listrik dan mengacak-acak lemari,’’ kata Kapolsek Ponorogo Iptu Muhammad Sahid Mustofa.
Kasus lain, menimpa Ahmad Muslih, 40, pemilik warung ayam goreng di Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo Rabu (27/3) lalu
‘’Korban memang punya kebiasaan pulang sekitar jam tujuh malam, saat berdagang dan saat itu rumahnya sudah diacak-acak,’’ tambahnya.
Rumah tersebut seperti menjadi langganan maling. Sepekan sebelumnya, pemilik rumah juga kehilangan uang Rp 6 juta yang diduga digondol maling.
‘’Kami sedang mengamankan barang bukti dan memburu pelaku,’’ jelasnya.
Aksi maling seolah menjadi langganan saat ramadan. Sejak menjelang ramadan hingga saat ini, Jawa Pos Radar Lawu menghimpun total ada sembilan kasus pencurian di Ponorogo.
Berikut 9 kasus pencurian jelang ramadan dan lebaran 2024 di Ponorogo:
Minggu (17/3)
Rumah milik Adi, Desa Joresan, Mlarak
Senin (18/3)
Rumah milik Rianto, Desa Ngampel, Balong
Senin (18/3)
Rumah milik Adi Prasojo, Desa Gontor, Mlarak
Rabu (20/3)
Rumah milik Danang, Perum Pepabri, Kelurahan Keniten, Ponorogo
Jumat (22/3)
Rumah milik Ahmad Muslih, Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo
Senin (25/3)
Rumah milik Mbah Laminem, Desa Jalen, Balong
Selasa (26/3)
Rumah milik Puji, Kelurahan Keniten, Ponorogo
Selasa (26/3)
Rumah milik Endang, Kelurahan Purbosuman, Ponorogo
Rabu (27/3)
Rumah milik Ahmad Muslih, Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid