PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Evaluasi uji coba pemberlakuan one way terus digeber. Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo menggelar kajian teknis uji coba one way, termasuk mempertimbangan seluruh masukan, usulan, hingga kritik dari akar rumput.
Selanjutnya dibahas bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ), sebelum disodorkan ke meja Bupati Sugiri Sancoko.
Kepala Dishub Ponorogo Wahyudi mengatakan proses panjang dilakukan terhadap perubahan lalu lintas di ruas-ruas protokol Ponorogo. Tak sekedar uji coba, pengawasan serta kajian teknis turut dilakukan.
Menghimpun seluruh data, untuk selanjutnya diolah dan dipaparkan dalam kajian pungkasan. ‘’Ada beberapa tahapan, tidak hanya diuji coba saja tapi juga ada serangkaian kajian yang kami lakukan di dalamnya,’’ katanya.
Apakah one way bakal diberlakukan permanen? Yudi enggan menakarnya. Kebijakan tersebut butuh keputusan bersama.
Namun, evaluasi dan perbaikan dipastikannya dilakukan di titik-titik punjer masalah. Seperti simpang M. Thamrin dengan Jalan Menur, hingga area kepadatan di depan masjid NU Jalan Sultan Agung (Sultag).
‘’Kami pasang water barrier di sana agar pengendara tidak kesulitan,’’ terang mantan Camat Sawoo itu.
Meski penuh kritik, namun Yudi menilai hasil sementara dampak perubahan arus tersebut positif. Seperti adanya penambahan laju kecepatan kendaraan, serta nihilnya kemacetan.
Pun, seluruh ruas yang diberlakukan satu arah terbilang lancar. Hingga, dia memang konflik yang timbul tersebut buah belum terbiasanya masyarakat.
‘’Satu arah ini untuk mengawali, proyek faceoff pedestrian di ruas-ruas Ahmad Dahlan dan Sultan Agung, lanjutan dari jalan-jalan lainnya,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid