MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Panorama alam lereng Gunung Lawu tak cuma memesona. Tapi, juga menyimpan kekayaan alam yang berguna bagi masyarakat setempat. Seperti saat ada hajat pernikahan.
Empunya gawe butuh berbagai tumbuhan untuk menjalankan tradisi warisan leluhur.
Rejeb dipercaya sebagai bulan baik bagi masyarakat Jawa untuk melaksanakan hajat. Termasuk hajat nikah. Banyak tradisi dalam suatu hajat pernikahan adat Jawa.
Seperti pembuatan ayoman. Sebuah pernik tradisi menyerupai gapura yang diberi beraneka tumbuhan. Ada dua pohon pisang sekaligus buah dan jantungnya di kedua tiang.
Biasanya, warga bergotong royong memenuhi tumbuhan untuk ayoman itu.
Hal ini menjadi sisi lain kebiasaan masyarakat lereng Gunung Lawu. Seperti yang terjadi di Desa Bulugunung, Plaosan, Magetan.
Pada Minggu (4/2), sejumlah warga setempat gotong royong mencari sejumlah tumbuhan untuk membuat ayoman. Mulai dadap, cemara, andong, beringin, dan lain.
Beragam tumbuhan yang diperlukan dicari di hutan sekitar Telaga Wahyu. Sebagian berhasil diperoleh. ''Ini masih kurang andong dan cemara,'' kata Didin Eko Saputro, salah seorang warga.