Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Syair Demokrasi Fiana Winata

Nur Wachid • Sabtu, 17 Februari 2024 | 20:55 WIB

(ILUSTRASI: DOK. JAWA POS RADAR MADIUN)
(ILUSTRASI: DOK. JAWA POS RADAR MADIUN)

Oleh: Fiana Winata

Waktunya untuk Indonesia

 

Tiba waktunya untuk memilih

Tiba waktunya untuk dipilih

Hindari pilih kasih

Berjuanglah tanpa pamrih

Kami ingin Indonesia maju dan jaya

Kekayaan alam yang terjaga

Kenyamanan untuk setiap warganya

Dan berharga di Indonesia

Bukittinggi,  3 Februari 2024

 

Demokrasi

 

Demi tumpah darah ibu pertiwi segenap bakti akan kuberi

Esok adalah misteri dan yang layaklah menjadi pemenangnya

Martabat negarawan adalah harga mati

Orasi beradu argumen adalah suatu kelayakan

Kokohkan persatuan walau berbeda keyakinan

Rakyat adalah pemegang tahta dalam demokrasi

Awasi segala penjuru usah dipermainkan dua kali

Suara rakyat itu suci usah campuri dengan hasrat pribadi

Indonesia sudah waktunya untuk berdiri

Bukittinggi, 3 Februari 2024

 

Hai pemuda

Sudah waktunya angkat bicara

Jumlahmu menguasai sebagian Indonesia

Indonesia berharap pada lisanmu yang menyala

Pada logikamu yang terjaga

Sebab kau adalah kekuatan Indonesia

Hadirmu masa depan untuk maju jaya

Sudah waktunya

Jangan berdiam saja

Pertajamlah logika amati dengan seksama

Satu    dua   atau    tiga

Kebenaran akan maju pada akhirnya

Bukittinggi, 3 Februari 2024

BIONARASI: Fiana Winata, lahir di Cirebon dan saat ini berdomisili di Bukittinggi, Sumatera Barat. Telah menulis 53 buku dalam bentuk puisi, syair, gurindam, cerpen, dan prosais. Beberapa buku antologi telah terbit bersama global writters ASEAN, Costa Rica, Spanyol, Portugal, Inggris, dan Malaysia. Saat ini berprofesi sebagai guru, dosen, pengajar dan penggiat BIPA di Sumatera Barat. Tulisannya bisa dibaca di media cetak dan online baik di daerah, nasional dan Malaysia. Sila sapa penulis melalui Fb. Fiana Winata, ig.Ofiegw atau email. nofieanagw@gmail.com


MAKLUMAT

Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.

Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Kunjungi juga Instagram @jawapos.radarlawu. Salam.

Editor : Nur Wachid
#syair #Waktunya untuk Indonesia #Demokrasi #puisi #Jadi Pemerannya #Fiana Winata