Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Puisi-puisi Mohammad Rizal Fikri

Nur Wachid • Kamis, 21 Desember 2023 | 02:17 WIB

(ILUSTRASI DANI ERWANTO/JAWA POS RADAR MADIUN)
(ILUSTRASI DANI ERWANTO/JAWA POS RADAR MADIUN)
Akulah Cintamu

:untuk namamu yang telah lekat

aku berjalan pada setapak jejak matamu,

akulah sunyimu

aku dalam bayanganmu yang terpendam pelan,

akulah rindumu yang tajam

 

aku adalah jam dinding nadimu yang bergetar,

yang menjaga nadi darah pelampiasan

berdetak, mengikuti ritme udara

dingin menggigil

 

darahku yang sudah melekat dengan namamu

merah kuat

tak akan hijau ditelan masa.

akulah sandaran yang ada

di mana kau berada

pasti aku ada

akulah cintamu

 


Pada Penghujung Malam

Pada penghujung malam ini

Malam-malam penuh doa harapan

Melingkar api mimpi

Para pemuja, para pengais ruang cita

 

Aku bersembunyi pada bilik bintang

Disinari oleh lemparan kembang bulan

Menghantar suara-suara suka cita

Sandaranku dalam sebuah pulau

Yang bergembala pada akal-akal

Bersiap menuju ke singgasana kesemayaman


 

Menulis Puisi

Dalam tubuh yang gemulai lembut ini

Yang ingin menulis puisi-puisi cinta

Yang abadi, yang tak akan mati

 

Dalam kurung beberapa menit saja

Tubuh ini harus merajut puisi

Yang berdedikasi cinta sejati

Berisi hakikat dimensi

Kasih sayang yang tulus dan murni

Tubuh ini hanya punya beberapa menit saja

Menulis sebuah sajak-sajak

Untuk kekasih

Untuk dirinya

Untuk dambaan yang ingin hidup semati


 

Kau

Kau

Seperti nafas

Merangkul waktu

Tak terikat tempat

Menempel pada setiap dinding paru-paru

 

Kau

Menghantui pada setiap malam

Perusak tidur

Penyebab insomnia

Itulah kau yang kutitipkan

Pada setiap carik tulisan

Puisiku


 

Jeritan Hati

Dengarlah

Suara rintik-rintik tangis hujan malam

Menghapus langkahku untuk tidurku

Bercampur diriku yang sibuk terpenjara dalam rindu

 

Menunggu

;dirimu membalas surat yang kukirimkan seminggu yang lalu

 

Oh, sayang

Apa kau sudah lupa

Atau sudah tak cinta

 

Sekarang hampir pukul dua

;mau tidur aku

Sumpah, meskipun aku tak bisa bertemu

Atau mungkin tak bisa lagi mendengar suara lembutmu

 

Aku

;ingin kita dalam mimpi singkat

Sebuah alunan yang mendengkur

Pengobat suasana ini.

 

Surabaya, 2023

 

 

Biografi Penulis: Mohammad Rizal Fikri, lelaki yang lahir di Jombang ini merupakan alumnus di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Lulusan Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir di Institut Al Fithrah Surabaya. Dan sekarang menjadi khadim di Pondok Pesantren Darul Ubudiyah Ihya’ Ulummuddin, Kerjo, Karanganyar. Tulisan-tulisan lelaki ini sudah tersebar di media-media, baik cetak maupun online. Penulis bisa dihubungi; IG: rizal_fiki atau email: fikirizal120500@gmail.com


===========

MAKLUMAT

Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.

Adapun kiriman merupakan karya sendiri, bukan hasil plagiasi karya orang lain. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Salam.

Editor : Nur Wachid
#Mohammad Rizal Fikri #puisi #malam #cinta