Karang “Pohon Emas” Ini Begitu Aneh, Ilmuwan Harus Membuat Keluarga Baru

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:27 WIB
Karang “pohon emas” ditemukan di laut dalam Costa Rica dan ternyata berasal dari garis evolusi baru (ROV SuBastian)
Karang “pohon emas” ditemukan di laut dalam Costa Rica dan ternyata berasal dari garis evolusi baru (ROV SuBastian)

Jawa Pos Radar Lawu - Jauh di bawah permukaan Samudra Pasifik, pemandangan tak biasa muncul di antara hamparan bintang laut rapuh. Dari dasar laut berbatu, karang berwarna kuning terang tumbuh menyerupai pohon kecil yang bercahaya. Bentuknya begitu berbeda sampai para ilmuwan kesulitan menentukan ke mana makhluk ini harus ditempatkan dalam silsilah karang.

Penelitian terbaru akhirnya memberikan jawabannya. Karang tersebut ternyata berasal dari garis evolusi yang sebelumnya belum dikenal, sehingga para ilmuwan harus membuat keluarga baru bernama Laurinqueidae untuk mengklasifikasikannya. Spesies ini juga menjadi satu-satunya anggota dari genus baru Laurinque.

Karang tersebut diberi nama ilmiah Laurinque elenya. Koloninya dapat tumbuh lebih dari satu meter dan ditemukan pada kedalaman sekitar 360 hingga 529 meter di bawah permukaan laut, di kawasan pegunungan bawah laut lepas pantai Costa Rica.

Karang Kuning di Tengah “Lautan Bintang”

Penemuan ini terjadi dalam ekspedisi yang mengeksplorasi sejumlah seamount di sekitar Isla del Coco dan wilayah pesisir Pasifik Costa Rica.

Para peneliti menemukan koloni karang tersebut tumbuh subur di permukaan batu yang hampir seluruhnya dipenuhi brittle stars, kelompok hewan laut yang masih berkerabat dengan bintang laut.

Kontras antara warna kuning cerah karang dan kumpulan brittle stars menciptakan pemandangan yang tidak biasa. Cabang-cabang karang terlihat seperti pepohonan kecil yang muncul dari dasar laut, sementara hewan-hewan di sekelilingnya menyerupai hamparan bintang.

Pemandangan inilah yang kemudian ikut menginspirasi nama ilmiahnya.

Baca Juga: Cumi-Cumi dengan Tentakel Panjang Ini Terekam untuk Pertama Kalinya di Pasifik Timur Laut

Namanya Terinspirasi Dunia Tolkien

Nama genus Laurinque berasal dari kata “Laurinquë”, istilah dalam bahasa Quenya yang diciptakan J.R.R. Tolkien dan berarti “pohon emas”.

Sementara itu, nama spesies elenya memiliki arti “berbintang” atau “yang berkaitan dengan bintang”. Nama tersebut mengacu pada banyaknya brittle stars yang hidup di sekitar koloni karang.

Dengan demikian, Laurinque elenya secara keseluruhan menggambarkan karang yang tampak seperti pohon emas di tengah hamparan bintang.

Penamaan tersebut bukan sekadar permainan kata. Bentuk bercabang dan warna kuning mencolok memang menjadi karakter utama karang ini, sedangkan lingkungan di sekitarnya membuat gambaran tersebut semakin kuat.

Awalnya Dikira Masih Termasuk Keluarga Karang yang Dikenal

Menentukan identitas karang ini ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar melihat bentuk tubuhnya.

Ketika pertama kali mengamatinya, para peneliti menduga spesies tersebut mungkin masih dapat dimasukkan ke dalam keluarga karang yang sudah dikenal. Namun, pemeriksaan morfologi awal justru menunjukkan sejumlah karakter yang tidak cocok dengan kelompok mana pun.

Dr. Odalisca Breedy dari Universidad de Costa Rica, peneliti utama studi tersebut, menggambarkan pengalamannya ketika pertama kali melihat karang ini:

“Saya pertama kali melihat taman karang oktokoral ini pada 2019 dan terkesan oleh keindahan lanskapnya. Pemandangan tersebut kemudian menginspirasi nama takson ini yang bernuansa peri. Saya mengira spesies ini mungkin termasuk dalam famili dan genus yang sudah dikenal, tetapi setelah analisis morfologi awal, saya menyadari bahwa makhluk ini sangat berbeda dan tidak dapat dicocokkan dengan takson yang telah diketahui.

“Pada 2023, kami mengumpulkan lebih banyak sampel. Berkat analisis molekuler menyeluruh yang dilakukan rekan-rekan saya, Cathy McFadden, Catalina Murillo, dan Andrea Quattrini, kami dapat menentukan posisi taksonomi spesies menakjubkan ini di salah satu lokasi yang paling penuh teka-teki.”

Baca Juga: Asteroid Raksasa Pernah Menghantam Laut Utara dan Memicu Tsunami Setinggi Lebih dari 100 Meter

DNA Mengungkap Garis Evolusi yang Berbeda

Keanehan karang ini semakin jelas ketika para peneliti menganalisis DNA-nya.

Pada tahap awal, tim mengurutkan tiga gen yang umum digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan karang. Namun, hasilnya justru membingungkan karena masing-masing gen memberikan petunjuk yang berbeda mengenai hubungan evolusinya.

Alih-alih memaksakan spesies tersebut masuk ke salah satu kelompok, peneliti kemudian menggunakan filogenomik. Metode ini memungkinkan mereka membandingkan ratusan gen sekaligus untuk memperoleh gambaran hubungan evolusi yang lebih menyeluruh.

Hasilnya menunjukkan bahwa karang tersebut memang memiliki hubungan paling dekat dengan keluarga Eunicellidae, tetapi perbedaan genetik dan anatominya cukup besar untuk menempatkannya sebagai kelompok tersendiri.

Karena itu, ilmuwan menetapkan:

•Spesies: Laurinque elenya

•Genus baru: Laurinque

•Keluarga baru: Laurinqueidae

•Kerabat terdekat: Eunicellidae

•Habitat: Pegunungan bawah laut di Pasifik tropis bagian timur

•Kedalaman: sekitar 360–529 meter

Penetapan keluarga baru menunjukkan betapa jauhnya karakter evolusi karang tersebut dibandingkan kelompok yang sudah diketahui sebelumnya.

Sudah Diamati Sejak 2019

Karang ini sebenarnya bukan baru pertama kali terlihat.

Tim peneliti menjumpainya dalam ekspedisi pada 2019, kemudian kembali mengumpulkan lebih banyak sampel pada 2023. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh, SuBastian, dari kapal penelitian Falkor dan Falkor (too) milik Schmidt Ocean Institute.

Sampel tambahan dari ekspedisi 2023 memungkinkan para peneliti melakukan analisis molekuler yang lebih mendalam. Dari sinilah posisi evolusioner spesies tersebut akhirnya dapat ditentukan.

Laut Dalam Masih Menyimpan Banyak Spesies Misterius

Penemuan Laurinque elenya sekaligus menunjukkan betapa sedikitnya bagian laut dalam yang benar-benar dipahami manusia.

Pegunungan bawah laut di sekitar Costa Rica masih menghasilkan penemuan spesies yang sebelumnya tidak terdokumentasikan. Ekosistem seperti ini juga memiliki peran penting karena struktur tiga dimensi yang dibentuk oleh karang dapat menjadi tempat hidup bagi berbagai organisme laut lainnya.

Karang laut dalam termasuk bagian dari ekosistem yang rentan. Ketika koloni karang membentuk struktur bercabang di dasar laut, organisme lain dapat menggunakannya sebagai habitat sehingga keberadaan satu spesies dapat berhubungan dengan kehidupan banyak organisme di sekitarnya.

Penemuan Laurinque elenya akhirnya bukan hanya soal menemukan karang berwarna kuning yang terlihat seperti pohon. Analisis genetik menunjukkan bahwa para ilmuwan sedang berhadapan dengan cabang evolusi yang selama ini belum masuk dalam peta klasifikasi karang.

Di kedalaman ratusan meter, di tengah hamparan brittle stars, sebuah “pohon emas” ternyata menyimpan cerita evolusi yang benar-benar baru.

Penelitian mengenai penemuan tersebut diterbitkan dalam jurnal ZooKeys pada 2026.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Science Daily
spesies baru Karang laut dalam Costa Rica laut dalam hewan laut