Jawa Pos Radar Lawu — Duka mendalam menyelimuti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang setelah enam mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) terseret arus Sungai Genting di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, pada Selasa (4/11/2025) sore.
Peristiwa tragis ini terjadi ketika para mahasiswa tersebut tengah menikmati waktu luang usai menjalankan kegiatan pengabdian di lokasi KKN.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Antara, keenam mahasiswa awalnya bermain di tepi sungai yang saat itu tampak tenang. Namun tanpa disadari, arus deras tiba-tiba datang dan menyeret mereka ke tengah aliran sungai.
2 orang sempat berhasil menepi tapi melihat teman mereka berada ditengah arus mereka berusaha menolong, Warga setempat yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha menolong, dibantu tim SAR dan BPBD Kendal.
Setelah dilakukan pencarian intensif, lima mahasiswa ditemukan meninggal, sementara satu mahasiswi sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya juga ditemukan. Jenazah para korban kemudian dibawa ke RSUD Kendal untuk proses identifikasi lebih lanjut dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Imam Taufiq, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah ini.
Ia menyebut pihak kampus akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan KKN di lapangan.
“Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Mahasiswa KKN adalah duta pengabdian masyarakat yang membawa semangat perubahan. Kami akan memastikan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Rektor melalui keterangan resminya.
Kasus ini menjadi perhatian luas di media sosial, terutama setelah video evakuasi tersebar di berbagai platform.
Banyak warganet yang mengungkapkan empati, namun juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan dan pengawasan selama pelaksanaan KKN, terlebih di lokasi-lokasi yang memiliki potensi bahaya alam.
Kepala BPBD Kendal, Slamet Raharjo, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem belakangan ini membuat aliran sungai di daerah pegunungan menjadi tak terduga.
“Sungai Genting termasuk aliran dengan arus bawah yang kuat. Saat hujan turun di hulu, debit air bisa naik cepat tanpa terlihat dari permukaan,” jelasnya.
Sementara itu, pihak universitas telah membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri kronologi lengkap serta melakukan pembenahan dalam sistem monitoring kegiatan mahasiswa di lapangan.
Selain itu, doa bersama dan tahlilan akan digelar di kampus UIN Walisongo sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh kampus di Indonesia akan pentingnya mitigasi risiko dalam program pengabdian masyarakat.
Kegiatan KKN yang semestinya menjadi ajang pembelajaran dan kontribusi sosial, kini menyisakan pelajaran pahit bagi civitas akademika UIN Walisongo dan masyarakat luas. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid