Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Polisi Tangkap Pemuda Diduga Hacker Bjorka, Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah

Nur Wachid • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 01:29 WIB
seorang pemuda ditangkap polisi di duga seorang hacker bjorka
seorang pemuda ditangkap polisi di duga seorang hacker bjorka

Jawa Pos Radar Lawu- Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pemuda berinisial WFT (22), warga Minahasa, Sulawesi Utara, yang diduga kuat sebagai sosok di balik nama hacker “Bjorka”.

Penangkapan dilakukan pada 23 September 2025 setelah enam bulan proses penyelidikan intensif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, WFT ditangkap bersama sejumlah barang bukti berupa perangkat komputer, telepon genggam, serta akun media sosial X (dulu Twitter) @bjorkanesiaa yang kerap digunakan untuk mengunggah klaim peretasan.

Dalam pemeriksaan awal, WFT mengaku berhasil meretas 4,9 juta data nasabah bank swasta dan sempat menyebarkan sampel data sebagai bentuk ancaman pemerasan.

Polisi menilai tindakan ini berpotensi merugikan jutaan warga serta mengancam stabilitas sistem perbankan nasional.

“Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sejauh mana data yang diretas dan apakah benar valid sebanyak yang diklaim,” ujar Ade Ary dalam keterangan resmi, Kamis (2/10).

Kasus ini sontak menjadi sorotan publik setelah kabar penangkapan Bjorka viral di media sosial TikTok dan X.

Sejumlah warganet meragukan apakah benar WFT adalah Bjorka yang selama ini dikenal sebagai peretas kawakan sejak 2022.

Meski begitu, polisi menegaskan proses hukum akan terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Kami akan mendalami apakah tersangka bertindak sendiri atau bagian dari jaringan lebih besar,” tambah Ade Ary.

Baca Juga: Tarif PLN 2025 Resmi Diumumkan, Begini Dampaknya untuk Tagihan Anda

Penangkapan ini kembali memunculkan kekhawatiran publik mengenai keamanan data pribadi di Indonesia.

Sejumlah pakar siber menilai, kasus ini menjadi peringatan keras bagi lembaga pemerintah maupun swasta untuk memperkuat sistem perlindungan data, terutama setelah berulang kali terjadi kebocoran di sektor perbankan dan layanan publik. (hamid-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#hacker #bjorka #polisi #retas #viral