Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Luapan Sungai Ulo Sebabkan Banjir Magetan, 500 Warga Terdampak, Gagal Nyekar Jelang Lebaran

Aprilita Sari • Minggu, 30 Maret 2025 | 04:03 WIB

 

 

Banjir Magetan disebabkan luapan Sungai Ulo, sedikitnya 500 warga terdampak.
Banjir Magetan disebabkan luapan Sungai Ulo, sedikitnya 500 warga terdampak.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Banjir melanda Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Sabtu (29/3/2025), hanya beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H.

Luapan Sungai Ulo menyebabkan genangan air setinggi hingga 80 sentimeter yang mengganggu aktivitas warga.

Termasuk tradisi nyekar dan antar makanan (ater-ater) ke rumah kerabat.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Banjir Ngawi Rendam 8 Desa, Akses Jalan ke Madiun Terputus

Zainal, salah satu warga yang terdampak, mengaku terpaksa membatalkan niatnya untuk nyekar karena akses jalan ke makam tidak bisa dilalui.

"Tadi saya mau nyekar, tapi ternyata jalannya tergenang. Kata warga, makam juga kebanjiran, jadi saya putar balik," ujarnya.

Rizka Ayu, warga Desa Jajar lainnya, mengatakan air mulai masuk ke pemukiman sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, pada pagi hari, genangan belum terlalu tinggi. Namun menjelang sore, air terus naik hingga selutut orang dewasa.

"Saya sampai jalan kaki ke lokasi yang tidak kebanjiran untuk ambil paket. Jalan nggak bisa dilalui kendaraan," katanya.

Petugas TRC BPBD Magetan, Sudarsono, menyampaikan bahwa banjir terjadi karena curah hujan tinggi sejak Jumat (28/3).

Sungai Ulo tak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman.

“Air datang cukup cepat sejak pukul 06.00 pagi, lalu tiba-tiba naik drastis pukul 09.00. Dari hasil pantauan, air masuk ke tujuh hingga delapan rumah,” jelasnya.

Menurut BPBD, banjir mengganggu akses jalan di enam RT dan dua RW, dengan jumlah warga terdampak mencapai 500 orang.

Meski demikian, belum ada warga yang harus dievakuasi.

“Untuk saat ini belum ada pendirian posko karena situasi masih terkendali. Tapi pemantauan kami lakukan terus di lapangan,” imbuh Sudarsono.

Pihak BPBD berharap kondisi akan membaik dalam waktu dekat.

“Jika tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi lagi, debit air dipastikan akan menurun,” pungkasnya. (ril/kid)

Editor : Nur Wachid
#jajar #lebaran #Sungai Ulo #magetan #banjir #nyekar