KOTA TANGERANG, Jawa Pos Radar Lawu – Kebakaran hebat melanda pabrik kimia milik PT Indoraya di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten pada Senin (28/10/2024) sore.
Menurut informasi awal dari BPBD Kota Tangerang, kebakaran ini diduga dipicu oleh percikan api dari mesin produksi yang menyambar bahan-bahan mudah terbakar di dalam pabrik.
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.34 WIB, saat jam pulang kerja.
Insiden mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena banyak pengendara berhenti di sisi jalan untuk melihat kobaran api yang besar dan asap pekat dari kejauhan.
Penyebab Kebakaran Tiga Gudang PT Indoraya Karawaci
Camat Karawaci, Mahdiar, mengonfirmasi bahwa percikan api yang berasal dari mesin produksi menjadi pemicu awal kebakaran.
“Kebakaran dari percikan api pada mesin produksi. Sekarang sedang ditangani petugas,” ujarnya dilansir Radar Lawu dari Antara.
Kapolsek Karawaci, Kompol Antonius, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dua orang saksi dari bagian produksi.
Percikan api tersebut muncul dari panel listrik dan dengan cepat menyambar bahan-bahan mudah terbakar seperti bahan kimia, tinta, dan plastik yang ada di lokasi.
"Kedua saksi mencoba memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di bagian produksi,'' ungkap Kompol Antonius.
"Nmun usaha tersebut tidak berhasil, sehingga api terus membesar dan merambat ke gudang lainnya," tambahnya.
Proses Pemadaman dan Penanganan Kebakaran Tiga Gudang PT Indoraya Karawaci
BPBD Kota Tangerang menerjunkan enam unit armada untuk memadamkan api yang terus membesar.
Proses pemadaman dilakukan secara bergantian oleh petugas untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian.
“Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang bersama PMI juga telah disiagakan di lokasi kejadian. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material masih belum dapat ditaksir,” tambah Kapolsek Karawaci.
Kebakaran tiga gudang PT Indoraya Karawaci masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti dan menilai kerugian yang ditimbulkan. (kid)
Editor : Nur Wachid