Jawa Pos Radar Lawu – Tewasnya mahasiswa UK Petra Surabaya yang memilih mengakhiri hidup dengan bunuh diri, Raphael David Mahasiswa semester tiga Teknik Mesin ini membuat UK Petra Surabaya berduka.
Ajeng Dyah Puspitasari, PR UK Petra mengungkapkan, atas kejadian ini seluruh keluarga besar Universitas Kristen Petra sangat berduka atas meninggalnya salah satu mahasiswa UK Petra pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Mahasiswa yang memilih mengakhiri hidup dengan bunuh diri dikenal dengan mahasiswa yang baik dan aktif dalam kegiatan kampus.
"Almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, aktif di beberapa kegiatan kampus, dan tidak memiliki masalah akademik," terangnya.
Atas peristiwa ini, pihak kampus memimta masyarakat agar berempati pada keluarga yang ditinggalkan dengan cara tidak menyebarkan gambar-gambar atau informasi yang belum tentu benar, sehingga malah akan membuat beban duka keluarga.
Terkait penyebab kematian korban tersebut, pihak kampus menyerahkan semuanya kepada kepolisian.
Untuk saat ini UK Petra hanya akan fokus memberikan dukungan dan juga pendampingan kepada keluarga korban.
Saat ini, jasad korban masih berada adi kaamr jenazah RSUD dr Soetomo Surabayaa,karena masih akan dilakukan Autopsi untuk mengetahui lebih detail motif Raphael David ini bunuh diri dengan lompat dari lantai 12 gedung Q di kampusnya. (*)
Editor : Riana M.