Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tragis! Remaja 15 Tahun di Subang Tewas Mengenaskan Setelah Konsumsi Mie Instan Dicampur Bunga Kecubung

Oktaviani Sindy • Senin, 23 September 2024 | 19:05 WIB
Ilustrasi insiden mengenaskan terjadi di daerah Subang, Jabar, seorang remaja 15 tahun meregang nyawa usai konsumsi mie instan campur bunga kecubung. (pinterest)
Ilustrasi insiden mengenaskan terjadi di daerah Subang, Jabar, seorang remaja 15 tahun meregang nyawa usai konsumsi mie instan campur bunga kecubung. (pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Peristiwa tragis menimpa seorang remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Remaja tersebut ditemukan tewas mengenaskan di sebuah parit di Kampung Sangkali, Desa Cigadog, Kecamatan Cisalak, pada Sabtu (21/9/2024) sekitar pukul 06.15 WIB.

Korban, yang berinisial RA, tewas setelah mengonsumsi mie instan yang dicampur dengan bunga kecubung, tanaman yang dikenal memiliki efek halusinogen berbahaya. Setelah mabuk berat, RA jatuh ke parit dengan kondisi mulut berbusa dan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Mayat RA pertama kali ditemukan oleh Ketua RT setempat, Surya berusia (52) tahun, dan seorang warga bernama Satrio berusia (29) tahun.

Menurut Kapolsek Cisalak, Iptu Endang Pirtana, melalui keterangannya, RA dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Jumat malam setelah pergi menggunakan sepeda motor sekitar pukul 19.30 WIB dan tidak kembali ke rumah hingga Sabtu pagi.

"Berdasarkan keterangan ibu korban, RA terakhir kali terlihat keluar rumah pada Jumat malam, namun pihak keluarga tidak mengetahui tujuan kepergiannya,"ujar Endang.

RA diketahui menjemput teman-temannya pada malam tersebut untuk bergabung dalam kegiatan yang berakhir tragis.

Menurut keterangan saksi-saksi dan teman-teman korban, RA bersama beberapa temannya memasak dan memakan mie instan yang dicampur dengan bunga kecubung. Sekitar pukul 23.00 WIB, RA mulai menunjukkan gejala mabuk berat.

Teman-teman RA pun berinisiatif mengantarkannya pulang dengan motor berboncengan tiga, namun di tengah perjalanan RA kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam parit di Kampung Sangkali.

"Saat itu, teman-temannya sempat mengangkat RA ke tepi parit, namun RA menolak dan kembali jatuh ke dalam selokan," ungkap Endang.

Dalam keadaan panik, teman-teman RA lari meninggalkan lokasi karena merasa takut dan bingung, terutama setelah sebuah mobil lewat di dekat mereka.

"Teman-temannya akhirnya bersembunyi di rumah warga, meninggalkan RA yang masih berada di parit," jelasnya.

Mayat RA kemudian ditemukan oleh warga pada keesokan paginya. Penemuan ini sempat menggegerkan warga setempat, yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

Setelah dilakukan evakuasi, jasad RA dibawa ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan tim INAFIS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka-luka gores pada tangan diduga akibat benturan saat korban jatuh ke dalam parit, sementara luka di telinga diperkirakan disebabkan oleh gigitan hewan air," jelas Endang.

Selain itu, tim medis juga menemukan busa di mulut dan cairan kemerahan di hidung korban yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di paru-paru, indikasi bahwa korban meninggal akibat tenggelam.

Usai proses pemeriksaan selesai, jenazah RA diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman setempat. Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat tentang bahaya penggunaan bunga kecubung, yang dapat memicu halusinasi dan mabuk berat.

Sebagai bentuk pencegahan, Kapolsek Cisalak mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama ketika keluar pada malam hari.

"Kejadian yang menimpa RA ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Mengonsumsi bahan-bahan berbahaya seperti bunga kecubung bisa berujung pada bencana. Semoga hal ini tidak terulang di kemudian hari," tegasnya. (okta)

Editor : Riana M.
#Cisalak #mayat #jawa barat #subang #bunga kecubung #kecubung #remaja #tewas keracunan #mie instan