Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Atasi Digital Dementia Gen Z dengan Super Cam Sastra

Redaksi • Kamis, 11 Desember 2025 | 01:32 WIB
Super cam penulisan cerpen diikuti 10 orang siswa terpilih dari SMK Putra Indonesia Malang (PIM) di Sutejo Spectrum Center (SSC) Ponorogo.
Super cam penulisan cerpen diikuti 10 orang siswa terpilih dari SMK Putra Indonesia Malang (PIM) di Sutejo Spectrum Center (SSC) Ponorogo.

Atasi Digital Dementia Gen Z dengan Super Cam Sastra

Oleh: Nur Imaniyah Purnama

DIGITAL dementia adalah perihal penurunan daya ingat yang diakibatkan oleh penggunaan gadget berlebihan. Sementara Gen Z (Generasi Z) adalah kelompok manusia yang lahir pada tahun kelahiran sekitar 1997 hingga 2012.

Gen Z sendiri merupakan generasi pertama yang tumbuh besar sepenuhnya di era digital (digital natives), terbiasa dengan teknologi, media sosial, dan informasi instan. Konon, juga berkarakteristik: mandiri, ambisius, kreatif, serta peduli isu sosial dan keadilan lewat pendekatan pragmatis.

Pemakai gadget seringkali tidak sadar, jika ketergantungan berlebihan bisa berakibat buruk pada ingatan.

Kita memang sudah terlanjur beranggapan bahwa gadget itu memiliki peran penting dalam kehidupan: membantu pekerjaan lebih mudah, mempermudah komunikasi, cepat akses dapatkan edukasi, berita dan informasi terkini. Sayang, sering kali terlena begitu lama tersebab fasilitas hiburan pendek berupa video, lagu, hingga games yang jumlahnya tak terhitung.

Super cam menulis cerpen kali ini merupakan program tiga hari berlatih menulis cerita dengan teknik immers (berbaur bersama cerpenis), sehingga dapat pengalaman secara utuh dalam menggali ide, mengerami, merancang cerita, menulis cerita, hingga editing yang menggoda.

Didampingi sastrawan dan penulis macam Arafat Nur, Sapta Arif NW, Sutejo, serta cerpenis muda: Nur Imaniyah Purnama dan Mualif Hidayatullah. Keduanya merupakan penulis muda berbakat penghuni Sutejo Spectrum Center (SSC).

Salah satu prestasi keduanya merupakan pemenang Juara 1 dan 2 Lomba Menulis Feature Jurnalistik dalam acara Grebeg Suro Ponorogo 2025

Super cam penulisan cerpen kali ini diikuti 10 orang siswa terpilih dari SMK Putra Indonesia Malang (PIM), yang didampingi dua orang guru pendamping.

Dengan super cam ini diharapkan peserta mampu menghasilkan dua buah cerpen masing-masing peserta. Tentu, yang kedua, diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada gadget.

Photo
Photo

Sapta Arif NW dari pengalaman tahun lalu (2024) merasa bangga bahwa masih ada Gen Z yang peduli dengan sastra, khususnya cerpen.

Sementara itu, Sutejo --sebagai kepala suku SSC--, sastra --khususnya fiksi--, mampu melatih pengembangan imajinasi, pelepasan emosi negatif, dan dapat digunakan sebagai simulator pikiran.

"Menulis sastra dapat menyadarkan Gen Z dalam penggunaan gadget berlebihan. Jika ini dikondisikan secara terus menerus akan dapat mencegah apa yang sekarang dikhawatirkan, digital dementia.

Super cam kali ini akan berlangsung mulai Rabu (10/12) hingga tiga hari ke depan. Diana Muhayanti, sebagai guru pendamping berharap anak-anak berhasil menuntaskan target penerbitan buku ontologi cerpen.

"Mudah-mudahan seperti tahun lalu, mampu selesaikan dengan serius dan optimal sesuai yang telah ditargetkan," pungkasnya. (*)

Editor : Nur Wachid
#Nur Imaniyah Purnama #Digital Dementia #literasi #Penggunaan Gadget Berlebihan #ssc #Gen Z #sastra #Sutejo Spectrum Center #penurunan daya ingat #ponorogo