Musik memainkan peran penting dalam memengaruhi kesehatan mental kita. Jika dipilih dengan benar, musik dapat menjadi alat yang efektif untuk mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan mendukung kesehatan mental.
Oleh: Anisa Tri Purwanti
MUSIK merupakan hal yang tidak asing di telinga masyarakat baik di Indonesia maupun di seluruh penjuru dunia. Musik juga memiliki berbagai macam aliran meliputi rock, pop, jazz, hip-hop, country, dan klasik. Meskipun masyarakat menganggap bahwa musik itu sangat sederhana dan asal bisa dinikmati tapi ternyata musik juga banyak memendam banyak misteri, terkhususnya pada efek yang ditimbulkan bagi kesehatan mental pendengarnya.
Dewasa ini seiring perkembangan teknologi berserta maraknya penggunaan media sosial serta mudahnya mengakses musik dan lagu di manapun berada. Itu semua dapat membuat seseorang berkecenderungan untuk memilih jenis dan genre lagu apa yang disukai. Banyak juga kalangan yang khususnya millenial atau generasi muda yang sangat menyukai musik atau lagu yang secara tidak sadar disesuaikan dengan keadaan atau kisah hidup yang tengah dilaluinya. Misalnya seorang yang tengah mengalami putus cinta akan mencari lagu galau untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya, begitu juga sebaliknya seorang yang sedang jatuh cinta akan mencari lagu yang bertemakan kesenangan dan percintaan.
Apabila dicermati lebih jauh fenomena seperti ini bisa menimbulkan dua keadaan yang saling bertentangan dalam arti kata bisa berujung negatif maupun positif. Hal ini juga dapat berlaku jika menyangkut lagu sedih (galau). Berbagi vitur sebuah lagu termasuk tempo,mode, pilihan instrumen dan dinamika dapat memicu emosi negatif kepada pendengarnya.
Banyak sekali kasus orang yang sedih karna mengalami putus cinta dan seringnya mendengarkan musik sedih (galau) yang mana dapat mempengaruhi perilakunya menjadi pribadi yang lebih pendiam dan tertutup terhadap orang lain. Tapi tidak semuanya, ada juga yang mendengarkan lagu sedih (galau) malah membuat seseorang itu dapat keluar dari keterpurukan nya. Meskipun lagu sedih (galau) pada umumnya dapat membuat seseorang menjadi sedih, tapi semua itu tergantung pada kondisi kesehatan mental seseorang tersebut.
Tara Venkatesan, ilmuwan kognitif di universitas Oxford dan penyanyi sopran Opera, kepada health. Dalam Journal of Aesthetic Education yang melibatkan peneliti bernama Venkatesan ia mengatakan bahwa pengalaman orang-orang terhadap musik sedih terdapat tiga katagori pertama yang diungkapkan (1) kesedihan, (2) melankolia, (3) kesedihan yang manis. Sedangkan menurut peneliti yang bernama Shannon Bennett, direktur klinis situs untuk Pusat Kesehatan Mental Remaja NewYork-Presbyterian,kepada Health. Berpendapat bahwa musik sedih tidak semerta-merta menunjukkan emosi sedih bagi pendengar nya tetapi justru berdampak positif pada kesehatan mental pendengarnya.
Maka, untuk lebih spesifiknya, berikut dampak yang bisa ditimbulkan bila kita tidak selektif dalam pemilihan musik.
Pertama, memicu emosi negatif. Musik dengan nada dan lirik yang sesuai, terutama yang memiliki lirik melankolis atau tema sedih, dapat memicu kecemasan, kesedihan, atau keputusasaan. Jika seseorang sedang mengalami stres atau depresi, musik dengan nada dan lirik yang sesuai dapat memperburuk suasana hati mereka.
Kedua, memunculkan kenangan traumatis. Beberapa lagu dapat memicu kenangan traumatis atau menyakitkan, yang dapat menyebabkan stres atau kecemasan meningkat.
Ketiga, ketergantungan. Salah satu tanda ketergantungan adalah ketika seseorang bergantung pada musik sebagai cara untuk menghilangkan stres atau mengatasi masalah. Menjadi terlalu bergantung pada musik dapat menghalangi seseorang untuk mengembangkan pendekatan penanganan masalah yang lebih sehat.
Keempat, gangguan tidur. Mendengarkan musik dengan volume tinggi sebelum tidur atau saat tidur dapat mengganggu pola tidur; ini dapat menyebabkan kurangnya istirahat yang cukup dan memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.
Kelima, mengganggu konsentrasi. Di beberapa kasus mendengarkan musik saat mencoba fokus pada sesuatu dapat mengganggu aktivitas atau kegiatan. Ini terutama berlaku jika musik memiliki beat yang cepat atau lirik yang menuntut perhatian.
Untuk itu, perlu dilakukan beberapa upaya agar kita lebih selektif dan bersikap bijak dalam memaknai lagu yang didengar. Jangan sampai, lagu atau musik yang mulanya kita anggap sebagai hiburan justru jadi boomerang bagi kesehatan mental kita. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan agar musik yang kita dengar adalah tepat dan dampak yang ditimbulkan adalah positif.
Pertama, pilih dengan cermat: Pertimbangkan apa yang didengarkan. Musik yang memiliki lirik yang sangat melankolis atau tema yang dapat memicu perasaan negatif harus dihindari. Sebaliknya, pilih musik yang menciptakan suasana hati yang positif atau membantu Anda merasa lebih baik.
Kedua, variasi musik: Jangan terpaku pada satu genre atau suasana musik saja. Cobalah berbagai jenis musik untuk menghindari kejenuhan emosional. Mendengarkan musik yang beragam dapat membuat seseorang merasa lebih seimbang secara emosional.
Ketiga, praktikkan kesadaran penuh atau mindfulness saat mendengarkan musik. Fokuskan perhatian pada musik itu sendiri dan nikmati momen tanpa terlalu larut dalam pikiran atau emosi negatif.
Keempat, atur waktu mendengarkan. Tentukan waktu yang tepat untuk mendengarkan musik, terutama jika menyadari bahwa beberapa jenis musik dapat memengaruhi suasana hati. Hindari mendengarkan musik yang dapat menyebabkan emosi negatif sebelum tidur atau dalam situasi stres.
Dengan demikian, musik memainkan peran penting dalam memengaruhi kesehatan mental kita. Jika dipilih dengan benar, musik dapat menjadi alat yang efektif untuk mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan mendukung kesehatan mental. Sehingga, kita perlu lebih menyadari dampak positif musik terhadap kesehatan mental kita dan menggunakannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pemahaman ini dapat membantu kita menjadikan musik sebagai sahabat yang menunjang kesehatan mental kita, bukan malah sebaliknya. []
BIODATA SINGKAT: Anisa Tri Purwanti, gadis kelahiran Nganjuk, 18 Juli 2004. Anisa saat ini sedang menempuh pendidikan di STKIP PGRI Ponorogo, program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Anisa bisa disapa lewat akun instagramnya @_an.syaa
MAKLUMAT
Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.
Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Kunjungi juga Instagram @jawapos.radarlawu. Salam.
Editor : Nur Wachid