Jawa Pos Radar Lawu - Dunia olahraga biliar Tanah Air saat ini sedang mengalami gelombang kebangkitan yang sangat membanggakan di level internasional
Nama Albert Januarta mendadak menjadi sorotan utama pecinta olahraga nasional dan media biliar internasional berkat deretan prestasi fenomenal yang berhasil diraihnya
Di usianya yang masih sangat muda, atlet biliar asal Kepulauan Riau ini terbukti sanggup membuktikan bahwa atlet Indonesia memiliki kualitas teknik dan mentalitas bertanding yang sejajar dengan para pebiliar elit dunia
Lahir di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 1 Januari 2009, Albert tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sangat erat dengan meja hijau
Ayahnya, Ahuat, yang merupakan mantan atlet biliar Kepulauan Riau sekaligus pemilik rumah biliar OBC Pool di Bintan Utara, menjadi sosok penting yang memperkenalkan olahraga ini kepada Albert
Sejak usia sepuluh tahun, Albert sudah terbiasa melihat dan mempelajari seluk-beluk permainan biliar secara langsung di tempat usaha keluarga
Melihat potensi besar dan ketertarikan alami sang anak, sang ayah mengambil peran sebagai pelatih pertama yang membentuk karakter bertanding Albert
Ia diajarkan teknik-teknik dasar mendasar, mulai dari posisi berdiri, tumpuan tangan, hingga konsistensi ayunan stik
Dengan jadwal latihan rutin yang mencapai lima jam setiap harinya setelah jam sekolah, kedisiplinan dan fondasi fisik Albert mulai terbentuk kokoh sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Kiprah Albert di arena kompetisi mulai menyita perhatian sejak rentang tahun 2020 hingga 2021
Meski saat itu baru berusia sekitar sebelas hingga dua belas tahun, Albert sudah berani turun di berbagai turnamen lokal hingga sirkuit nasional kategori Open Handicap
Keberaniannya bertanding melawan para pemain senior yang jauh lebih berpengalaman membuahkan hasil manis, di mana ia berhasil meraih berbagai podium kemenangan di Tanjung Pinang, Surabaya, Bandung, hingga Yogyakarta
Puncak sejarah emas dalam karier Albert Januarta terjadi pada gelaran kejuaraan dunia bertajuk WPA World Junior 9-Ball Championship di Arab Saudi
Tampil tenang dan sangat fokus sejak babak penyisihan, Albert sukses melibas atlet-atlet muda terbaik perwakilan dari negara-negara kuat biliar dunia
Di partai final yang penuh tekanan, Albert menunjukkan dominasinya dengan menundukkan pebiliar muda asal Jerman, Pius Baier, lewat skor akhir 9-5
Kemenangan ini tak hanya menyegel gelar juara dunia junior untuknya, tetapi juga mengakhiri dahaga gelar juara dunia biliar bagi Indonesia selama belasan tahun
Keberhasilan di tingkat junior menjadi pijakan awal bagi Albert untuk langsung melangkah ke kategori senior internasional
Didukung penuh oleh pembinaan Carabao Pro Team di bawah pimpinan Hendra Carabao serta pengawasan dari PB POBSI, Albert aktif mengikuti tur profesional World Nineball Tour (WNT) yang diselenggarakan oleh Matchroom Pool
Kemampuannya mengimbangi permainan para juara dunia senior membuat peringkat dunianya melesat pesat hingga berhasil menembus jajaran lima puluh besar WNT pada pertengahan tahun 2026
Secara teknis, para pengamat biliar memuji akurasi tinggi Albert dalam mengendalikan bola putih serta kecermatannya dalam melakukan pukulan bertahan (safety shot)
Namun, keunggulan terbesar yang membuat Albert menonjol di atas meja adalah kontrol emosinya yang luar biasa
Wajahnya selalu terlihat tenang dan datar bahkan dalam situasi skor yang sangat kritis, sehingga ia jarang sekali melakukan kesalahan sendiri saat mengeksekusi bola-bola sulit
Di samping fokus mengukir karier profesional di meja biliar, pihak keluarga dan manajemen tetap menempatkan pendidikan formal sebagai prioritas penting bagi kehidupan Albert
Pola belajar fleksibel diterapkan agar jadwal latihan intensif dan penerbangan ke berbagai kejuaraan luar negeri tidak mengabaikan wawasan akademisnya
Hal ini diharapkan membentuk Albert menjadi sosok atlet yang tak hanya tangguh secara fisik dan taktik, tetapi juga berwawasan luas
Kini, perjalanan Albert Januarta masih membentang sangat panjang di kancah biliar global
Dengan usia yang baru menginjak belasan tahun, ia diproyeksikan menjadi tumpuan utama kontingen Indonesia untuk meraih medali emas pada ajang multievent mendatang seperti SEA Games dan Asian Games, sekaligus mengejar impian meraih gelar juara dunia di kategori senior
Kehadiran Albert menjadi bukti nyata bahwa lewat kerja keras, pembinaan terstruktur, dan dukungan keluarga, anak muda Indonesia mampu menguasai panggung olahraga dunia.
(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : World Pool-Billiard Association (WPA), POBSI, Matchroom Pool (WNT)