Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Komite Disiplin PSSI Dikritik Football Institute Terkait Denda dan Hukuman Liga

Dafiyatur Rurojifah • Rabu, 10 Juli 2024 | 14:56 WIB

Football Institute
Football Institute

Jawa Pos Radar Lawu – Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mendapat krtikan dari Football Institute terkait dengan denda dan hukuman yang ditetapkan di Liga Indonesia baik di kasta teratas Liga 1, Liga 2 dan kompetisi kelompok umur, Elite Pro Academy (EPA) musim 2023/2024.

Dilansir dari Antara (9/7), Football Institute baru saja merilis hasil riset mereka terkait uji kualitas Liga 1, Liga 2, dan Elite Pro Academy (EPA) yang berlangsung pada Juli 2023 hingga Mei 2024.

Dalam hal ini, mereka meyoroti Komdis PSSI terkait hukuman liga karena cenderung memberi satu hukuman saja.

"Ini jadi bagian evaluasi kompetisi musim lalu. Untuk Komdis, mereka itu ibaratkan Kapolri, Kepala BIN, dan Kepala Kejaksaan di PSSI. Ini bukan wajah Erick Thohir, ini wajah konsensus bersama Exco. Absurd ini," kata Founder Football Institute Budi Setiawan.

Menurit Budi, Komdis PSSI sekarang ini berbeda dengan kepengurusan pada 2008.

Pada waktu itu, Komdis sering menggelar konferensi pers usai sidang. Sedangkan Komdis sekarang, mereka tidak pernah lagi melakukan itu.

Effendi Ghazali, Pengamat sepak bola mengaku setuju dengan usulan Budi tersebut.

Menurutnya, Komdis PSSI sejatinya bisa menggelar sidang secara terbuka sebagaimana yang biasa digelar di pengadilan-pengadilan Indonesia.

"Ya contohnya ada pengadilan Vina (kasus Vina Cirebon) yang bisa digelar terbuka. Sekarang, Komdis PSSI juga bisa menggelar sidang terbuka seperti itu," kata Effendi.

Sesuai catatan riset Football Institute, Komdis PSSI lebih banyak memberikan hukuman denda selama musim 2023/2024 di Liga 1.

Hukuman denda jadi hukuman yang paling sering diberikan dengan persentase 61,47 persen. Begitu pula di Liga 2 dengan persentase 60 persen, serta di EPA dengan persentase 57 persen.

Beberapa kali Komdis PSSI juga memberikan hukuman yang unik.

Pada Liga 2, saat PSCS Cilacap melawan Persekat Tegal, Komdis PSSI memberikan hukuman berupa larangan menjadi ball boy sebanyak dua kali dan juga denda sebesar Rp37,5 juta kepada Hexa Try Kusuma.

Selain itu, Komdis PSSI juga pernah memberi hukuman kepada klub PSDS Deli Serdang dengan hukuman larangan pertandingan tanpa penonton satu kali, dan denda Rp225 juta karena kombinasi kasus rasisme yang dilakukan penonton dan lemparan botol ke dalam lapangan.

Menurut wartawan senior Erwin Fitriansyah, hukuman berupa denda ini tidak efektif, karena akan terus berulang.

Selain itu hukuman berupa denda tidak begitu memberi efek jera terhadap yang bersangkutan. (*)

Editor : Riana M.
#komdis #2024 #hasil riset #Football Institute #kritik #pssi #komite disiplin pssi #hukuman #denda #liga #elite pro academy