JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Nama Hotman Paris Hutapea kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ke Polda Metro Jaya atas dugaan merendahkan profesi wartawan.
Di balik polemik tersebut, pengacara senior itu memiliki rekam jejak panjang dalam menangani berbagai perkara besar yang menyita perhatian nasional.
Salah satu yang paling menonjol adalah keterlibatannya sebagai anggota tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi.
Baca Juga: Profil Hotman Paris, Pengacara Kondang yang Kini Dilaporkan PWI Pusat
Dalam sengketa hasil Pilpres 2024, Hotman menjadi bagian dari tim pembela Prabowo-Gibran sebagai pihak terkait. Ia bergabung bersama sejumlah advokat senior, seperti Yusril Ihza Mahendra, O.C. Kaligis, dan Otto Hasibuan.
Namun, jauh sebelum itu, Hotman telah menangani banyak perkara besar yang menjadi sorotan publik, baik kasus pidana, perdata, hingga sengketa korporasi.
Beberapa perkara yang pernah ditanganinya antara lain menjadi anggota tim kuasa hukum Schapelle Corby, warga negara Australia yang tersandung kasus narkotika di Indonesia.
Ia juga menjadi kuasa hukum Manohara Odelia Pinot dalam perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan Pangeran Kelantan, Malaysia.
Hotman juga pernah bergabung dalam tim kuasa hukum mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dalam perkara korupsi.
Selain itu, ia mendampingi Jennifer Dunn dalam perkara tindak pidana pencucian uang yang menjerat Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan.
Baca Juga: PWI Pusat Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan
Di dunia hiburan, Hotman beberapa kali dipercaya menjadi kuasa hukum figur publik. Di antaranya mendampingi Syahrini, Deddy Corbuzier, Hendry Baskoro Hendarso (Enji), hingga CEO Lamborghini Indonesia Johnson Yaptonaga.
Salah satu perkara yang paling menyita perhatian publik adalah saat ia menjadi kuasa hukum guru Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong, dalam kasus dugaan pelecehan seksual pada 2014. Dalam persidangan tersebut, Hotman dikenal vokal mengkritisi dakwaan jaksa.
Ia juga pernah menjadi kuasa hukum Agus Tay dalam kasus kematian Angeline di Bali pada 2015.
Belakangan, Hotman kembali menangani perkara yang menjadi perhatian nasional, yakni mendampingi mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Dengan pengalaman lebih dari empat dekade sebagai advokat, Hotman Paris dikenal sebagai salah satu pengacara yang kerap menangani perkara bernilai besar dan melibatkan tokoh nasional, pejabat, hingga kalangan selebritas.
Kini, sorotan publik kembali mengarah kepadanya setelah PWI Pusat melaporkannya ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan.
Editor : Nur Wachid