Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Hari Ini, Ini Penyebab dan Prediksi Pergerakannya

Mizan Ahsani • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah.
Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah.

Jawa Pos Radar Lawu - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Mata uang Garuda bahkan menembus level psikologis baru di angka Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), menandai tekanan berat yang sedang dihadapi pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data pasar spot pada pagi hari, rupiah tercatat melemah hingga menyentuh kisaran Rp 18.003 hingga Rp 18.015 per dolar AS.

Angka ini sekaligus menjadi salah satu posisi terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Rupiah Melemah Dipicu Tekanan Global

Pelemahan rupiah tidak terjadi tanpa sebab. Faktor eksternal menjadi pemicu utama, terutama menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi turut memperkuat posisi dolar.

Data ketenagakerjaan dan indeks sektor jasa (ISM) yang positif meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.

Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat tajam dan memberikan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga: 5 Bisnis Ini Tetap Untung saat Dolar AS Menguat, Strategi Cuan di Tengah Rupiah Melemah

Sentimen Domestik Masih Lemah

Tak hanya faktor global, kondisi dalam negeri juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang rupiah.

Sentimen pasar domestik yang cenderung negatif membuat pergerakan mata uang nasional semakin tertekan.

Analis mata uang Lukman Leong menyebutkan bahwa kombinasi faktor eksternal dan domestik ini menjadi penyebab utama pelemahan rupiah saat ini.

“Rupiah diperkirakan masih akan melemah seiring penguatan dolar AS di tengah tensi geopolitik yang meningkat,” ujarnya.

Peran Bank Indonesia Jadi Penahan

Meski tekanan cukup besar, peluang stabilisasi masih terbuka. Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan meningkatkan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Langkah ini diharapkan mampu menahan pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam, sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.699 per Dolar AS, Ini Fakta dan Penyebabnya

Prediksi Pergerakan Rupiah

Ke depan, pergerakan rupiah diprediksi masih akan fluktuatif. Para analis memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS dalam waktu dekat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas pasar masih cukup tinggi dan sangat dipengaruhi oleh dinamika global serta respons kebijakan dalam negeri.

Dengan situasi yang ada, pelaku pasar dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan nilai tukar yang dapat berdampak pada berbagai sektor ekonomi.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#nilai tukar #dolar #penyebab #rupiah #kursi