Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Hujan Meteor Eta Aquarid Capai Puncak 5-6 Mei 2026 di Indonesia

Mizan Ahsani • Kamis, 7 Mei 2026 | 11:05 WIB
Fenomena langit hujan meteor Eta Aquarid 2026
Fenomena langit hujan meteor Eta Aquarid 2026

Jawa Pos Radar Lawu - Fenomena langit hujan meteor Eta Aquarid akan menghiasi langit Indonesia pada malam 5 hingga dini hari 6 Mei 2026.

Momen ini menjadi salah satu peristiwa astronomi paling dinantikan karena menghadirkan puluhan meteor yang melintas cepat dengan jejak cahaya terang menyerupai bintang jatuh.

Hujan meteor Eta Aquarid berasal dari sisa debu Komet Halley yang memasuki atmosfer bumi dan terbakar saat bergesekan dengan udara.

Fenomena ini dikenal memiliki meteor dengan kecepatan tinggi hingga sekitar 64-66 kilometer per detik sehingga menghasilkan cahaya panjang dan dramatis di langit malam.

Berdasarkan laporan sejumlah situs astronomi internasional dan NASA, puncak hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan terjadi pada malam 5 Mei hingga sebelum fajar 6 Mei 2026.

Baca Juga: Awan Berwarna-warni di Bogor Viral, Ini Penjelasan BMKG soal Fenomena Cloud Iridescence

Indonesia Jadi Lokasi Cukup Ideal untuk Mengamati Eta Aquarid

Wilayah Indonesia yang berada di kawasan tropis dan dekat garis khatulistiwa memiliki peluang cukup baik untuk menyaksikan hujan meteor Eta Aquarid.

Dalam kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya, pengamat berpotensi melihat puluhan meteor dalam satu jam.

Pengamat di belahan bumi selatan bahkan bisa melihat hingga sekitar 50 meteor per jam.

Sementara di wilayah utara jumlah meteor yang terlihat biasanya berkisar antara 10 hingga 30 meteor per jam.

Namun, kondisi bulan pada Mei 2026 diperkirakan cukup terang karena berada pada fase waning gibbous dengan tingkat kecerahan sekitar 84 persen. Cahaya bulan ini dapat mengurangi visibilitas meteor redup.

Meski demikian, Eta Aquarid dikenal sering memunculkan meteor terang atau fireball yang masih bisa terlihat jelas di langit malam.

Waktu Terbaik Melihat Hujan Meteor Eta Aquarid

Waktu paling ideal untuk mengamati hujan meteor Eta Aquarid di Indonesia adalah menjelang subuh atau sekitar pukul 02.00 WIB hingga sebelum matahari terbit pada 6 Mei 2026.

Pada waktu tersebut, titik radian atau titik asal meteor dari rasi Aquarius berada lebih tinggi di langit timur sehingga peluang melihat meteor menjadi lebih besar.

Meteor akan tampak muncul dari area dekat bintang Zeta Aquarii dan Sadachbia di rasi Aquarius.

Baca Juga: Pelangi: Fenomena Langit yang Penuh Mitos dan Cerita Mistis dari Berbagai Daerah

Cara Melihat Hujan Meteor Eta Aquarid dengan Maksimal

Agar pengalaman melihat hujan meteor lebih optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Pilih Lokasi Gelap

Cari tempat terbuka yang jauh dari lampu kota atau polusi cahaya agar meteor lebih mudah terlihat.

2. Gunakan Mata Telanjang

Fenomena ini tidak memerlukan teleskop atau alat khusus. Meteor justru lebih mudah diamati langsung dengan mata telanjang.

3. Biarkan Mata Beradaptasi

Hindari cahaya terang dari ponsel dan beri waktu sekitar 20-30 menit agar mata terbiasa dengan kondisi gelap.

4. Arahkan Pandangan ke Langit Luas

Tidak perlu fokus pada satu titik tertentu. Pandang area langit yang luas sekitar 40 derajat dari titik radian menuju zenit atau titik tepat di atas kepala.

5. Datang Sebelum Fajar

Waktu terbaik pengamatan adalah dini hari hingga menjelang subuh saat langit masih gelap dan titik radian sudah tinggi.

Baca Juga: Fakta Kereta Kuning KAI (NoodHulp Rijtuig): Fungsi, Peran, dan Alasan Viral Usai Insiden KRL vs Argo Bromo

Fenomena Astronomi yang Dinantikan pada Mei 2026

Selain hujan meteor Eta Aquarid, Mei 2026 juga dipenuhi berbagai fenomena astronomi menarik lainnya seperti Blue Moon dan sejumlah peristiwa langit yang dapat diamati dari Indonesia.

Hujan meteor Eta Aquarid menjadi salah satu fenomena yang paling dinanti pecinta astronomi karena menghadirkan pemandangan langit malam yang indah tanpa memerlukan peralatan khusus.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#Hujan Meteor Eta Aquarid #langit Indonesia #peristiwa astronomi #Fenomena Astronomi 2026 #fenomena