Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Antrean Kendaraan Membludak di SPBU Jelang Kenaikan Harga BBM, Konsumsi Energi Diprediksi Melonjak

Mizan Ahsani • Senin, 30 Maret 2026 | 11:30 WIB
bbm melonjak
SPBU Jelang Kenaikan Harga BBM

Jawa Pos Radar Lawu - Antrean kendaraan membludak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjelang potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Fenomena ini terjadi ketika masyarakat bergegas mengisi bahan bakar sebelum kebijakan harga baru diberlakukan.

Di Provinsi Nakhon Pathom, pinggiran Bangkok, Thailand, antrean kendaraan terlihat mengular pada Senin (16/3/2026).

Para pengendara memadati SPBU untuk mengisi bahan bakar sebelum kebijakan pembekuan harga diesel oleh pemerintah berakhir.

Lonjakan antrean tersebut mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kenaikan harga BBM.

Banyak pengendara memilih mengisi tangki kendaraan lebih awal untuk menghindari biaya yang lebih tinggi setelah kebijakan baru berlaku.

Konsumsi BBM dan Elpiji Diprediksi Meningkat

Di sisi lain, konsumsi energi di Indonesia juga diperkirakan meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan serta distribusi BBM dan elpiji tetap dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perusahaan membentuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) guna memantau ketersediaan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Pemantauan dilakukan selama 24 jam terhadap stok dan distribusi di terminal BBM, SPBU, serta jaringan agen dan pangkalan elpiji.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi yang biasanya terjadi saat arus mudik, arus balik, serta meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama bulan puasa.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026, Komisaris Utama Tinjau SPBU Rest Area KM 57 Tol Japek

Distribusi Energi Dipantau Ketat

Pengamat energi Sofyano Zakaria menilai PT Pertamina Patra Niaga memiliki pengalaman panjang dalam menjaga stabilitas pasokan energi pada momen penting nasional seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurutnya, selama ini penyaluran BBM di masa puncak mobilitas masyarakat relatif berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Hal tersebut menunjukkan sistem distribusi dan manajemen pasokan energi telah teruji.

“Selama ini hampir tidak pernah terjadi gangguan berarti dalam penyaluran BBM di masa-masa puncak seperti mudik Lebaran.

Ini menunjukkan sistem dan manajemen distribusi sudah teruji,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan Satgas RAFI setiap tahun merupakan langkah antisipatif untuk memastikan stok, distribusi, dan kesiapan infrastruktur pendukung tetap terjaga.

Baca Juga: Viral Transformasi Pria Setelah Pacaran, Dari Penampilan Biasa Jadi Rapi dan Stylish

Kebutuhan Energi Saat Lebaran Sudah Terprediksi

Sofyano juga menilai jaminan ketersediaan BBM dan elpiji selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 merupakan komitmen yang realistis.

Lonjakan konsumsi energi pada periode tersebut dinilai sudah menjadi pola tahunan yang dapat diprediksi.

Dengan pengalaman operasional, infrastruktur yang memadai, serta koordinasi lintas sektor, kebutuhan energi masyarakat selama periode Ramadhan dan Lebaran diyakini dapat terpenuhi dengan aman dan lancar.

“Kita perlu memberi kepercayaan. Dengan pengalaman, infrastruktur yang memadai, serta koordinasi lintas sektor, kebutuhan BBM dan elpiji masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 diyakini akan terpenuhi dengan aman,” pungkasnya.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#kenaikan BBM #kelangkaan BBM #harga bbm #spbu #konsumsi bbm #melonjak