Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang bertanya, apakah berenang saat puasa membatalkan
Dalam Islam, orang yang berpuasa wajib menjaga diri dari masuknya benda cair atau padat melalui lubang tubuh seperti mulut, hidung, telinga, serta kubul dan dubur karena hal tersebut dapat membatalkan puasa.
Lalu bagaimana jika seseorang berenang saat sedang berpuasa?
Hukum Berenang Saat Puasa dalam Islam
Secara umum, berenang tidak otomatis membatalkan puasa. Namun, aktivitas ini memiliki risiko air masuk ke dalam tubuh melalui mulut atau hidung, baik sengaja maupun tidak sengaja.
Dalam literatur fikih mazhab Syafi’i dijelaskan bahwa aktivitas yang berpotensi menyebabkan batal puasa dihukumi makruh.
Penjelasan ini dapat ditemukan dalam karya Ibnu Hajar al-Haitami melalui kitab Minhajul Qawim dan Tuhfatul Muhtaj.
Beliau menjelaskan bahwa orang yang berpuasa dimakruhkan berlebihan saat berkumur atau menghirup air ke hidung karena berisiko membatalkan puasa. Termasuk di dalamnya aktivitas menyelam.
Kesimpulan hukum:
-
Berenang saat puasa hukumnya makruh.
-
Jika air masuk ke rongga tubuh dan mencapai bagian dalam, puasa bisa batal, meskipun tidak disengaja karena aktivitas tersebut berisiko.
-
Jika menurut kebiasaan air hampir pasti masuk, hukumnya bisa menjadi haram dan membatalkan puasa tanpa perbedaan pendapat.
Baca Juga: Mudik Nyaman Anti Lapar: 15 Rekomendasi Menu Bekal Praktis dan Tahan Lama untuk Perjalanan Lebaran
Agar aman, jika ingin berenang saat puasa:
-
Jangan menyelam.
-
Hindari membuka mulut di dalam air.
-
Berhati-hati agar air tidak masuk melalui hidung atau telinga.
Manfaat Berenang saat Puasa bagi Kesehatan
Terlepas dari sisi hukum, berenang termasuk olahraga yang memiliki banyak manfaat, termasuk jika dilakukan dengan bijak selama Ramadan.
1. Memperkuat Jantung dan Paru-Paru
Berenang melibatkan hampir seluruh otot tubuh sehingga meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Aktivitas ini juga membantu menjaga tekanan darah dan mengontrol kadar gula darah.
2. Efektif Membakar Kalori
Berenang termasuk olahraga low-impact yang efektif membakar kalori. Seseorang dengan berat sekitar 72 kg dapat membakar lebih dari 400 kalori per jam saat berenang dengan intensitas sedang.
3. Meningkatkan Kualitas Tidur
Olahraga aerobik seperti berenang terbukti membantu memperbaiki kualitas tidur. Penelitian dalam jurnal Sleep Medicine (2011) menunjukkan latihan aerobik rutin dapat meningkatkan kualitas tidur pada lansia dengan insomnia.
4. Meningkatkan Suasana Hati
Program olahraga air juga terbukti membantu memperbaiki mood. Studi dalam Australasian Journal on Ageing (2014) menunjukkan adanya peningkatan suasana hati pada lansia setelah mengikuti program akuatik selama 12 minggu.
Kapan Waktu Terbaik Berenang saat Puasa?
Jika ingin berenang selama Ramadan, waktu yang lebih aman adalah:
-
Menjelang berbuka agar risiko lemas lebih kecil.
-
Setelah berbuka puasa untuk menghindari dehidrasi.
Hindari berenang terlalu lama atau dengan intensitas tinggi agar tubuh tidak kelelahan.
Berenang saat puasa tidak otomatis membatalkan, tetapi hukumnya makruh karena berisiko air masuk ke dalam tubuh. Jika air benar-benar masuk hingga ke rongga dalam, puasa dapat batal.
Dari sisi kesehatan, berenang memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kebugaran, membakar kalori, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan suasana hati.
Kuncinya adalah kehati-hatian dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh. Dengan cara yang tepat, berenang tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu ibadah puasa. (fin)
Editor : AA Arsyadani