Jawa Pos Radar Lawu - Umat Muslim di seluruh dunia mulai bersiap menyambut Ramadan 2026, bulan suci yang penuh dengan ibadah, refleksi spiritual, dan kebersamaan.
Penentuan awal Ramadan tetap bergantung pada penampakan bulan sabit (hilal) yang diamati di berbagai negara, termasuk di Uni Emirat Arab dan India.
Pada tahun ini, Ramadan diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026, dengan kepastian resmi menunggu hasil rukyatul hilal dari otoritas setempat.
Perkiraan Awal Ramadan 2026
Berdasarkan informasi dari otoritas keagamaan, Ramadan 2026 di UEA diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
Prediksi ini disampaikan oleh Department of Islamic Affairs and Charitable Activities yang berkantor pusat di Dubai.
Sementara itu, di India, awal Ramadan juga diperkirakan berada pada rentang 18–20 Februari 2026, tergantung hasil pengamatan hilal di wilayah setempat.
Beberapa negara lain seperti Turki, Singapura, dan Australia juga memprediksi awal puasa pada 19 Februari, berdasarkan perhitungan astronomi.
Penampakan Hilal dan Chand Raat 2026
Awal Ramadan ditandai dengan terlihatnya bulan sabit pertama setelah bulan Sya’ban. Pada 2026, hilal diperkirakan dapat diamati pada malam 19 Februari.
Malam sebelum Ramadan dimulai dikenal sebagai Chand Raat, yang menjadi momen penting bagi umat Muslim.
Setelah hilal terlihat, masyarakat biasanya saling mengucapkan “Ramadan Mubarak” atau “Chand Raat Mubarak”.
Jika hilal tidak terlihat di suatu wilayah, maka awal puasa dapat dimundurkan satu hari, mengikuti pengamatan dari wilayah lain seperti Arab Saudi.
Kapan Puasa Pertama Dilaksanakan?
Berdasarkan perkiraan saat ini, puasa pertama Ramadan 2026 kemungkinan besar dimulai pada Jumat, 20 Februari 2026.
Namun, tanggal ini masih bersifat sementara hingga diumumkan secara resmi oleh otoritas keagamaan masing-masing negara.
Di Qatar, misalnya, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam telah mengimbau masyarakat untuk melakukan pengamatan hilal pada 17 Februari 2026 sebagai bagian dari proses penentuan awal Ramadan.
Jadwal Sahur dan Iftar Ramadan 2026
Berdasarkan perkiraan dari situs pemantauan waktu salat internasional, berikut gambaran umum jadwal sahur dan iftar Ramadan 2026:
Uni Emirat Arab (Perkiraan)
-
Sahur: 04.45 – 05.10 waktu setempat
-
Iftar: 18.15 – 18.35 waktu setempat
India (Perkiraan)
-
Sahur: 04.30 – 04.55 waktu setempat
-
Iftar: 18.00 – 18.25 waktu setempat
Perlu diketahui, jadwal ini dapat berbeda di setiap kota dan akan disesuaikan dengan hasil rukyat serta ketetapan resmi pemerintah dan lembaga keagamaan setempat.
Baca Juga: Hitung Mundur Ramadhan 2026: Muhammadiyah Tetapkan Puasa 18 Februari, Pemerintah Beda Tanggal?
Durasi Ramadan dan Perkiraan Idul Fitri
Ramadan 2026 diperkirakan berlangsung selama 29 hari. Jika sesuai prediksi, Idul Fitri kemungkinan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Hari raya ini menjadi puncak perayaan setelah sebulan penuh berpuasa, ditandai dengan salat Id, silaturahmi, dan berbagi dengan sesama.
Persiapan Menyambut Ramadan 2026
Menjelang Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, di antaranya:
-
Menjaga pola makan sehat menjelang puasa
-
Melatih bangun sahur lebih awal
-
Meningkatkan ibadah sunnah
-
Merencanakan kegiatan sosial dan sedekah
Baca Juga: Amalan Puasa Pertama Ramadan dan Doa Salat Witir, Lengkap dengan Tata Cara, Bacaan dan Artinya
Dengan persiapan yang matang, ibadah puasa di bulan Ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan optimal.
Demikian informasi lengkap seputar Ramadan 2026, mulai dari penampakan hilal, awal puasa, hingga jadwal sahur dan iftar di UEA dan India.
Pantau terus pengumuman resmi dari otoritas setempat untuk mendapatkan kepastian tanggal.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani