Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Begini Instruksi Gubernur DKI Pramono Anung Usai Siswa SMK Tewas Akibat Terjengkang di Jalan Berlubang

AA Arsyadani • Senin, 9 Februari 2026 | 13:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memberikan instruksi setelah lubang di Jalan Matraman Raya, Jaktim, menyebabkan seorang siswa SMKN 34 Jakarta meninggal dunia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memberikan instruksi setelah lubang di Jalan Matraman Raya, Jaktim, menyebabkan seorang siswa SMKN 34 Jakarta meninggal dunia.

Jawa Pos Radar Lawu - Kematian tragis seorang siswa SMKN 34 Jakarta Pusat akibat kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, langsung memicu respons keras dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan berlubang tak bisa lagi ditunda, meski hujan masih mengguyur ibu kota.

Pramono memastikan Dinas Bina Marga telah mendapat instruksi tegas untuk segera melakukan pengaspalan dan penambalan di titik-titik rawan kecelakaan tanpa menunggu cuaca membaik.

"Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Binamarga karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti," ujar Pramono, Senin (9/2).

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Penundaan perbaikan hanya akan membuka risiko jatuhnya korban berikutnya.

Tambalan Jalan Dikebut, Meski Risiko Tetap Ada

Pramono mengklaim tim lapangan sudah bergerak masif menutup lubang-lubang jalan di berbagai wilayah Jakarta. Namun, ia juga mengakui tantangan besar akibat cuaca ekstrem yang membuat tambalan aspal kerap kembali rusak.

"Sehingga kalau dilihat di lapangan sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup. Walaupun kemudian ketika hujan akan mohon maaf pasti sebagian ada yang terbongkar kembali," tambahnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa alasan cuaca tidak bisa lagi dijadikan pembenaran untuk menunda perbaikan infrastruktur yang menyangkut nyawa warga.

Kronologi Tragis: Berangkat Sekolah, Nyawa Melayang

Insiden memilukan ini terjadi pada Senin (9/2) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban berinisial A, siswa kelas 11 jurusan Teknik Mesin, tengah mengendarai sepeda motor menuju sekolah ketika menghantam lubang jalan yang cukup dalam di ruas Jalan Matraman Raya.

Benturan keras membuat korban terpental ke aspal. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Saksi mata bernama Ardi mengatakan kondisi jalan sebenarnya sedang sepi saat kecelakaan terjadi.

"Kondisi jalan sepi, enggak ada orang sepi, saya keluar dari sana (gang) ke jalan raya sudah ngegeletak saja (korban)," ungkap Ardi.

Lokasi Kejadian Kerap Dikeluhkan, Sering Makan Korban

Ardi menambahkan, kondisi jalan di lokasi kejadian memang sudah lama dikeluhkan warga. Bekas tambalan aspal yang tidak rata disebut kerap memicu kecelakaan.

"Sudah sering sih, mungkin karena tembelan ini ya, agak rawan," jelasnya.

Kecelakaan ini juga sempat menyebabkan kemacetan panjang dari arah Jatinegara menuju Senen. Pengendara lain, Ilham, mengaku awalnya mengira kemacetan disebabkan oleh proyek perbaikan jalan.

"Saya pikir ada perbaikan jalan atau apa ya, ternyata pas lewat ada orang tergeletak," kata Ilham.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pahit bahwa jalan berlubang bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan warga Jakarta. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#jalan berlubang #Gubernur DKI Pramono Anung #kecelakaan pelajar