Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Update Banjir Sulawesi: 14 Orang Meninggal, 64 Rumah Rusak Berat dan 21 Rumah Hilang

Nur Wachid • Selasa, 6 Januari 2026 | 12:26 WIB
Banjir Sulawesi Utara.
Banjir Sulawesi Utara.

MANADO, Jawa Pos Radar Lawu – Banjir Sulawesi menerjang sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (—), mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan material yang cukup parah.

Hingga data sementara dihimpun, 14 orang dilaporkan meninggal dunia.

Kapendam Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi, menyampaikan bahwa selain korban meninggal, 25 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Sebanyak satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian,” kata Daniel di Manado, Senin.

Dampak banjir Sulawesi ini juga memaksa 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa mengungsi ke lokasi-lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, kerugian material tercatat signifikan. Sebanyak 64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, serta 21 unit rumah dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir bandang.

Di sejumlah titik terdampak, akses jalan utama tertutup material tanah, batu, dan kayu.

Kondisi tersebut menyebabkan jalur transportasi belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga menghambat mobilitas warga dan proses evakuasi.

TNI dan Polri Turun ke Lokasi

Menindaklanjuti kejadian ini, Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lapangan.

Langkah tersebut dilakukan guna membantu pencarian korban, evakuasi warga, serta penanganan darurat bersama unsur Polri dan pemerintah daerah.

Sebagai bentuk respons cepat, Kodam XIII/Merdeka menyiapkan dukungan dua peleton personel TNI yang terdiri dari unsur satuan tempur, bantuan tempur, balak, serta personel Bekangdam.

Dukungan ini dilengkapi kendaraan truk, perlengkapan lapangan, tenda, pailbad, dan aldurlap untuk membantu kebutuhan pengungsi.

Rencana pergeseran personel akan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemda Sitaro melalui Dermaga PSDP Bitung, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan.

Kronologi Kejadian

Banjir bandang melanda wilayah Siau pada Senin dini hari sekitar pukul 02.45 Wita.

Peristiwa ini diawali hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 02.00 Wita secara terus-menerus.

Curah hujan tinggi menyebabkan luapan air bercampur material tanah, batu, dan kayu dari daerah perbukitan menuju permukiman warga.

Sejumlah wilayah terdampak antara lain Kelurahan Bahu (Kecamatan Siau Timur), Kampung Laghaeng dan Kampung Batusenggo (Kecamatan Siau Barat Selatan), Kampung Peling dan Kampung Bumbiha (Kecamatan Siau Barat), serta Kelurahan Paseng (Kecamatan Siau Barat).

Bencana ini mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan parah pada rumah warga dan fasilitas umum.

Proses penanganan darurat dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. (kid)

Editor : Nur Wachid
#Dampak banjir sulawesi #Sitaro #banjir sulawesi #update #Sulawesi utara #banjir bandang #korban #sulut #Pulau Siau