Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Demo Bangladesh Memanas, Dua Kantor Berita Dibakar Habis saat Unrest Meluas

Nur Wachid • Senin, 22 Desember 2025 | 23:50 WIB
Dua Kantor Berita di Bangladesh Dibakar Habis
Dua Kantor Berita di Bangladesh Dibakar Habis

Jawa Pos Radar Lawu - Demo di Bangladesh memanas setelah Sharif Osman Hadi, seorang pemimpin aktivis muda, meninggal dunia akibat luka tembak dan memicu gelombang protes besar.

Dalam aksi massa tersebut, kantor pusat dua surat kabar terbesar Prothom Alo dan The Daily Star dibakar habis oleh para pengunjuk rasa yang marah, menghentikan operasi media yang telah puluhan tahun berjalan.

Kejadian ini menjadi simbol eskalasi kekerasan dan memburuknya kebebasan pers di tengah ketegangan politik yang meningkat menjelang pemilu.

Kekerasan dan Aksi Pembakaran Media

Baca Juga: Lipstik ESQA Cloud Kiss Refillable Powder: Cantik, Praktis, dan Ramah Lingkungan

Kerusuhan bermula setelah kematian Sharif Osman Hadi, 32 tahun, seorang tokoh yang dikenal dalam gerakan pro-demokrasi di Bangladesh, yang menimbulkan gelombang kemarahan di kalangan pendukungnya di Dhaka dan kota-kota lain.

Pada malam 18 Desember 2025, kerumunan massa besar menyerbu dan menyerang kantor pusat dua media utama Bangladesh: Prothom Alo (berbahasa Bengali) dan The Daily Star (berbahasa Inggris) di ibu kota Dhaka.

Para pengunjuk rasa memecahkan jendela, merusak perabot, serta memasang dan membakar furnitur, dokumen, dan peralatan kantor di dalam dan di luar bangunan media.

Menurut laporan, demonstran yang marah mengobarkan api sehingga Prothom Alo dan The Daily Star “dibakar habis”, merusak bangunan serta menghancurkan banyak dokumen dan peralatan penting di lokasi.

Laporan lain menyebutkan bahwa para jurnalis dan staf terjebak di dalam gedung saat kebakaran terjadi, dan mereka harus dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran dan pasukan keamanan.

Kronologi Kerusuhan & Dampaknya pada Kebebasan Pers

Kekerasan tersebut menggambarkan salah satu episode paling gelap dalam sejarah media Bangladesh.

Selama serangan, sekitar 28 jurnalis dan staf kantor The Daily Star terjebak di atap gedung karena kabut asap tebal dan runtuhan api sebelum dapat diselamatkan oleh layanan darurat.

Aksi ini menyebabkan kedua surat kabar tersebut tidak dapat menerbitkan edisi cetak mereka untuk pertama kalinya dalam sejarah operasi mereka yang panjang, serta mengganggu publikasi daring mereka di tengah krisis.

Para pengunjuk rasa menuduh kedua media itu “memihak kekuatan luar” dan menyalahkan mereka atas rumor dan sentimen politik tertentu yang berkembang pasca-kematian Hadi, meskipun media itu sendiri membantah tuduhan tersebut dan menyatakan serangan itu sebagai aksi kekerasan terhadap kebebasan pers.

Reaksi Pemerintah dan Kekhawatiran Internasional

Serangan terhadap media mengundang kritik tajam dari pemimpin masyarakat sipil dan kelompok internasional yang menekankan bahwa kebebasan pers adalah pilar demokrasi.

Selain itu, otoritas interim di Bangladesh menghadapi tekanan besar dari dalam negeri dan komunitas global untuk mengendalikan kekerasan serta melindungi hak asasi manusia, termasuk kebebasan pers.

Pemimpin Gereja Katolik di Bangladesh juga mengecam serangan terhadap kantor berita dan menggarisbawahi pentingnya menahan diri dari tindakan kekerasan dalam masa unjuk rasa yang sedang berlangsung. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#dibakar habis #demo #bangladesh #kantor pusat dua surat kabar