Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Aceh Diterjang 'Tsunami Kedua', 83 Rumah Warga Lenyap dan Empat Kampung Hilang Tanpa Jejak

Winarsih • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:15 WIB
Aceh diterjang banjir Besar bak Tsunami kedua
Aceh diterjang banjir Besar bak Tsunami kedua

Jawa Pos Radar Lawu – Bukhari Muslim, warga Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, hanya bisa berdiri terpaku menatap hamparan tanah kosong yang kini tersisa. 

Di hadapannya, puing-puing bangunan berserakan tanpa bentuk, menandai hilangnya deretan rumah yang dulu berdiri kokoh di kawasan itu. 

Tak ada lagi yang bisa diselamatkan. Seluruh harta benda lenyap tersapu amukan banjir bandang. Warga yang kehilangan rumah kini tak memiliki tempat berlindung dari teriknya siang maupun dinginnya malam. 

Di kampung tersebut, sedikitnya 83 rumah warga dilaporkan hilang terbawa derasnya arus banjir. “Ada sebanyak 83 rumah warga hilang terseret banjir.

Kondisi warga yang kehilangan rumah tidak memiliki apa-apa lagi akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu,” kata Bukhari Muslim, seperti dilansir Antara, Selasa (2/12/2025).

Tragedi hilangnya permukiman warga itu juga menggugah emosi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. 

Ia tak kuasa menahan air mata saat mendengar kisah pilu warga yang kehilangan rumah dan sanak keluarga. 

Muzakir bahkan menyebut bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh itu terasa seperti tsunami kedua yang menghantam Tanah Rencong. 

Bukan tanpa alasan, sebab dahsyatnya bencana membuat empat kampung dilaporkan hilang tanpa jejak. 

Kampung-kampung yang lenyap tersebut berada di kawasan Sawang dan Jambo Aye di Aceh Utara, serta wilayah Peusangan di Kabupaten Bireuen. 

“Ada beberapa kampung hilang entah ke mana, yaitu Sawang, Jambo Aye, juga Bireuen, Peusangan.

Malam itu empat kampung gak tau entah ke mana. Jadi, Aceh sekarang seperti tsunami kedua,” ujar Muzakir seperti dikutip dari keterangan video, Selasa (2/12/2025).

Dalam situasi darurat tersebut, pembukaan akses darat dengan cepat menjadi kebutuhan paling mendesak agar bantuan logistik dapat menjangkau masyarakat, terutama warga yang masih terisolasi di sejumlah desa. 

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah warga terdampak. “Jadi, tugas kami adalah untuk melayani mereka-mereka yang terdampak dan menjadi korban,” katanya. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya bersama tim SAR gabungan terus melakukan pendataan korban serta upaya evakuasi warga yang masih terjebak banjir. 

Petugas juga berupaya membuka jalur alternatif menyusul rusaknya jembatan nasional.

Dari foto udara tampak sebuah ekskavator tengah membersihkan lumpur tebal sisa banjir bandang di ruas jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada Jumat, 28 November 2025. (win) 

Editor : Riana M.
#aceh timur #bencana alam #tsunami #longsor #sumatera #banjir bandang aceh #kampung hilang