Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Rumah Warga Ambruk Akibat Longsor, Pemerintah Targetkan Perbaikan Jembatan Selesai 2 Pekan

Nur Wachid • Jumat, 28 November 2025 | 20:11 WIB

 

Pembersihan Rumah warga di Kelurahan Kesatrian rusak parah usai diterjang longsoran dari Jembatan Embong Brantas. (Sumber: Radar Malang)
Pembersihan Rumah warga di Kelurahan Kesatrian rusak parah usai diterjang longsoran dari Jembatan Embong Brantas. (Sumber: Radar Malang)

Jawa Pos Radar Lawu - Bencana tanah longsor yang terjadi di sekitar Jembatan Embong Brantas, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, telah menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga.

Salah satu rumah yang terdampak paling serius adalah milik pasangan lansia yang tinggal di Jalan Temenggungan Ledok RW 12.

Material longsoran dari jembatan menimpa bagian belakang rumah mereka, menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan dan memaksa penghuni untuk mengungsi sementara waktu.

Peristiwa longsor ini terjadi pada Minggu malam (23/11/2025) kemarin, sekitar pukul 18.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah Malang sejak sore hari diduga menjadi pemicu utama terjadinya pergeseran tanah di sekitar jembatan.

Struktur plengsengan yang menopang sisi jembatan tidak mampu menahan tekanan air dan tanah, sehingga runtuh dan menimpa rumah warga yang berada tepat di bawahnya.

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim teknis untuk melakukan asesmen kerusakan dan merancang langkah-langkah perbaikan.

Dalam pernyataan resmi, pihak DPUPR menyebutkan bahwa perbaikan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu maksimal dua pekan. Fokus utama adalah memperkuat struktur penahan tanah dan memperbaiki bagian jembatan yang mengalami keretakan serta kerusakan akibat longsor.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang juga telah menurunkan personel untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsoran.

Tim relawan bersama warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing dan memperbaiki akses jalan yang sempat tertutup akibat runtuhan tanah.

Bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat juga telah disalurkan kepada keluarga terdampak.

Kondisi rumah yang rusak parah membuat penghuni harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah setempat menyediakan posko darurat di balai RW untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal sementara.

Baca Juga: Dugaan Pembunuhan di Balik Kebakaran Kos Nganjuk, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Di posko tersebut, tersedia fasilitas dasar seperti tempat tidur lipat, dapur umum, dan layanan kesehatan dari Puskesmas Blimbing.

Sementara itu, Camat Blimbing menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan kelurahan dan dinas terkait untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan lancar.

Pemerintah juga berencana memberikan bantuan renovasi rumah kepada warga terdampak melalui program dana tak terduga yang dialokasikan untuk penanganan bencana.

Di sisi lain, peristiwa ini memunculkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Malang.

Oleh karena itu, BPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng atau bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah.

Langkah antisipatif juga dilakukan dengan pemasangan terpal di area rawan longsor untuk mengurangi infiltrasi air ke dalam tanah.

Selain itu, tim teknis dari DPUPR mulai melakukan pengukuran ulang terhadap struktur jembatan dan plengsengan untuk memastikan kekuatan konstruksi sebelum dilakukan perbaikan permanen.

Kepala DPUPR Kota Malang menyebutkan bahwa proyek perbaikan akan melibatkan kontraktor lokal dengan sistem kerja cepat dan terukur.

Material yang digunakan akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan tingkat kemiringan tanah di sekitar jembatan.

Pemerintah juga akan mengawasi langsung proses pengerjaan agar sesuai dengan standar keamanan dan ketahanan bencana.

Dari sisi sosial, warga sekitar menunjukkan solidaritas tinggi dengan membantu keluarga terdampak. Beberapa warga menyediakan tempat tinggal sementara, makanan, dan tenaga untuk membersihkan rumah yang rusak.

Semangat gotong royong ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat yang menimpa lingkungan mereka.

Peristiwa longsor ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem drainase dan penguatan struktur bangunan di wilayah rawan bencana.

Dalam jangka panjang, DPUPR berencana melakukan audit teknis terhadap seluruh jembatan dan plengsengan di Kota Malang guna mencegah kejadian serupa.

Sebagai bagian dari edukasi kebencanaan, BPBD akan menggelar pelatihan tanggap darurat bagi warga di Kelurahan Kesatrian dan sekitarnya.

Pelatihan ini mencakup simulasi evakuasi, penggunaan alat keselamatan, serta pemahaman tentang tanda-tanda awal bencana tanah longsor.

Dengan sinergi antara pemerintah, warga, dan relawan, diharapkan proses pemulihan pasca-bencana dapat berjalan cepat dan efektif.

Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga dan memastikan infrastruktur publik kembali berfungsi dengan baik. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#Perbaikan #longsor #jembatan