Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

BGN Gencarkan Kolaborasi dengan Petani, UMKM, dan Warga untuk Pasokan Makan Bergizi Gratis

Nur Wachid • Rabu, 26 November 2025 | 03:15 WIB

BGN Gencarkan Kolaborasi dengan Petani
BGN Gencarkan Kolaborasi dengan Petani

Jawa Pos Radar Lawu - Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa salah satu strategi utama untuk menjaga ketersediaan bahan baku dalam program MBG adalah pelibatan masyarakat secara luas dalam rantai pasok pangan.

Hal ini disampaikan saat forum lintas sektor bertajuk “Penguatan Peran Serta Masyarakat dalam Program MBG Melalui Supply Rantai Pasok Lintas Sektor” yang digelar di Serpong, Banten, Senin (24/11/2025).

Hingga saat ini, lebih dari 15.000 dapur Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia.

Seiring bertumbuhnya dapur-dapur ini, kebutuhan komoditas seperti sayuran, buah-buahan, telur, dan lainnya meningkat secara signifikan.

Kenaikan permintaan ini mulai menimbulkan kelangkaan dan lonjakan harga di beberapa daerah.

Strategi Pelibatan Masyarakat

BGN mendorong praktik urban farming atau bercocok tanam serta beternak skala kecil di halaman rumah atau lingkungan setempat agar tidak terlalu bergantung pada rantai distribusi panjang.

Pemerintah daerah diharapkan mengoordinasikan produksi pangan berdasarkan potensi wilayah misalnya satu desa fokus menanam sayur jenis wortel, desa lain fokus pisang, dan desa lainnya menyiapkan ayam petelur.

Dengan model ini, daerah memiliki penyangga bahan baku lokal untuk dapur MBG.

Selain petani dan peternak, BGN juga melibatkan UMKM, koperasi (termasuk Koperasi Merah Putih) dan BUMDes sebagai pemasok bahan pangan untuk program MBG.

Manfaat dan Peluang

Pelibatan masyarakat membuka peluang ekonomi lokal yang lebih luas bagi petani, UMKM, dan koperasi – memperkuat siklus ekonomi di tingkat bawah.

Dengan rantai pasok yang lebih dekat ke komunitas, risiko pola distribusi panjang yang bisa sebabkan kenaikan harga atau stok kehabisan bisa ditekan.

Peningkatan kapasitas produksi lokal diharapkan bisa mendukung target nasional pemenuhan gizi yang lebih adil dan merata.

Tantangan Yang Harus Dihadapi

Sinkronisasi antara produksi lokal dan kebutuhan dapur MBG harus tepat agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku.

Perlu dukungan infrastruktur dan logistik di daerah agar hasil pertanian/ternak lokal bisa diangkut dan disalurkan ke dapur-dapur MBG tanpa hambatan besar.

Pelaku UMKM dan masyarakat yang terlibat perlu pendampingan teknis dan sertifikasi (keamanan pangan, mutu, higiene) agar pasokan mematuhi standar gizi dan kesehatan. (ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#Mbg #Wakil Kepala BGN