Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah video yang menampilkan tindakan vandalisme terhadap bendera Merah Putih mendadak viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Rekaman itu menunjukkan dua pria menurunkan bendera Merah Putih di Taman Pecangakan, tepat di depan Kantor Bupati Jembrana, Bali.
Setelah diturunkan, bendera tersebut kemudian dicorat-coret menggunakan cat semprot oleh salah satu pria, sementara yang lain tampak memegang kedua ujung kain bendera.
Insiden itu diduga terjadi pada Selasa malam, 18 November 2025, sekitar pukul 23.00 Wita.
Seorang pengunjung yang kebetulan berada di lokasi merekam kejadian tersebut, sebelum akhirnya video berdurasi 32 detik itu menyebar luas setelah diposting oleh sebuah akun media sosial pada 19 November 2025.
Keesokan paginya, Rabu (19/11), bendera yang telah dicoret itu masih terlihat terpasang.
Dari kejauhan, tampak jelas coretan berwarna putih, meski tulisannya sulit terbaca karena bendera tertiup angin.
Hingga siang kemarin, identitas dua pria dalam video tersebut belum terungkap, demikian juga motif di balik aksi yang dianggap mencoreng simbol negara itu.
Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan. Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, membenarkan terjadinya aksi perusakan bendera tersebut.
Ia menjelaskan, bendera itu terakhir digunakan saat pelantikan PPPK Paruh Waktu pada Senin, 17 November 2025.
Namun panitia tidak menurunkannya setelah acara selesai.
Ia juga menyebut petugas Pol PP yang sedang berjaga berada di dalam kantor sehingga tidak menyadari adanya tindakan vandalisme tersebut.
Usai kejadian, pengawasan dan patroli di sekitar kawasan kantor bupati akan diperketat.
Video viral ini langsung menuai kecaman dari warganet.
Banyak yang mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku dan menindak mereka sesuai hukum karena tindakan tersebut dianggap sebagai pelecehan terhadap lambang negara.
Dikutip Radar Lawu dari Balipost, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, turut angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dandim 1617/Jembrana dan Kapolres Jembrana untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Bendera Merah Putih bukan sekadar kain, tetapi simbol kedaulatan, persatuan, dan perjuangan bangsa kita,” tegasnya, sembari mengimbau masyarakat agar tidak terpancing provokasi. (*)
Editor : Riana M.