Jawa Pos Radar Lawu - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di berbagai kota besar.
Instansi tersebut meminta masyarakat untuk lebih waspada, terutama yang berdomisili atau beraktivitas di wilayah dengan curah hujan tinggi.
Menurut pemaparan Prakirawan BMKG Diah, sejumlah kota di Pulau Sumatera diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, dan Bandar Lampung.
Adapun Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang diperkirakan menghadapi hujan lebat disertai petir, sementara Aceh cenderung berawan tebal.
Di Pulau Jawa, potensi cuaca ekstrem juga meningkat. Jakarta dan Bandung diprakirakan diguyur hujan lebat yang dapat disertai kilat.
Sementara itu, Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Untuk kawasan Bali dan Lombok, cuaca dominan berawan tebal, sedangkan Kupang diprediksi mengalami hujan lebat lengkap dengan kilat.
Cuaca basah juga menyelimuti Kalimantan. Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangka Raya, dan Banjarmasin diperkirakan mengalami hujan ringan sampai sedang.
Kondisi ini turut terjadi di Sulawesi, meliputi Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, dan Kendari.
Wilayah timur Indonesia pun tidak luput dari potensi hujan.
Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprediksi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memasuki fase peningkatan curah hujan menuju puncak musim hujan.
Berdasarkan analisis tiga bulan terakhir, terdapat tren kenaikan curah hujan di banyak wilayah yang berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Ia menambahkan bahwa fenomena La Nina lemah masih berlangsung dan diperkirakan berlanjut hingga Maret 2026.
Meski dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap puncak musim hujan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk, terutama bagi aktivitas harian, perjalanan, serta kegiatan luar ruangan. (fin)
Editor : AA Arsyadani