Jawa Pos Radar Lawu - Kasus dakwah Gus Elham Yahya kembali menyita perhatian publik setelah video dirinya mencium anak perempuan saat berdakwah viral di berbagai platform media sosial.
Kritik dan kecaman berdatangan dari banyak pihak, termasuk dari pucuk pimpinan tertinggi Syuriyah Nahdlatul Ulama (NU), KH Miftachul Akhyar.
Kritik keras dari KH Miftachul Akhyar membuat banyak masyarakat ingin mengenal lebih jauh siapa sosok Rais Aam PBNU ini, mulai dari latar belakang keluarga, perjalanan pendidikan, hingga kiprahnya sebagai salah satu ulama paling berpengaruh di Indonesia.
Rais Aam PBNU dan Teguran Tegas untuk Gus Elham Yahya
Baca Juga: Deretan Wahana Rumah Hantu Paling Populer di Surabaya 2025, Siap Uji Nyali?
Dalam pernyataannya, KH Miftachul Akhyar mengecam tindakan Gus Elham yang mencium anak-anak perempuan saat tampil di panggung dakwah.
Menurutnya, tindakan seperti itu bukan hanya tidak etis, tetapi juga merusak tatanan dakwah dan menciderai marwah seorang pendakwah.
Dengan tegas, Kiai Miftach menyebut tindakan tersebut harus diberi sanksi yang memberi efek jera.
PBNU hanya dapat memberikan sanksi administratif, sehingga tindakan hukum sepenuhnya berada di tangan aparat kepolisian.
PBNU bahkan turut membentuk satuan tugas khusus sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Satgas ini bertugas memantau dan memastikan pendakwah yang tampil di ruang publik tetap menjaga etika, akhlak, dan kehormatan dakwah.
Respons tegas ini membuat peran Kiai Miftach kembali disorot sebagai figur sentral dalam menjaga integritas dakwah Nahdlatul Ulama.
Perjalanan Panjang KH Miftachul Akhyar di NU
KH Miftachul Akhyar merupakan Rais Aam PBNU yang menjabat pada periode saat ini.
Kariernya di organisasi NU tidak terjadi secara instan, tetapi melalui perjalanan panjang yang dimulai dari struktur daerah hingga ke tingkat pusat.Beberapa posisi penting yang pernah ia emban antara lain:
- Rais Syuriyah PCNU Surabaya
- Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur
- Wakil Rais Aam PBNU
- Penjabat Rais Aam (PJ Rais Aam) PBNU
- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- Rais Aam PBNU
Kiprahnya yang konsisten membuatnya dikenal sebagai ulama yang teguh menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta prinsip akhlaqul karimah.
Latar Keluarga dan Pendidikan Pesantren
KH Miftachul Akhyar lahir dari keluarga pesantren besar yang memiliki akar kuat dalam tradisi NU.
Ia merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.
Ayahnya, KH Abdul Ghoni, adalah ulama terpandang yang membentuk karakter keilmuan dan kedisiplinan sang kiai sejak kecil.
Masa kecil hingga remajanya dihabiskan untuk nyantri di berbagai pesantren dan belajar langsung kepada para ulama besar Jawa Timur, khususnya dalam bidang fikih, tafsir, dan ilmu-ilmu syariah lainnya.
Kini, beliau menjadi pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, sebuah pesantren yang dikenal fokus pada pendidikan akhlak dan kajian kitab kuning.
Biodata Lengkap KH Miftachul Akhyar
Baca Juga: Ke Wilayah Tengger,Jangan ke Gunung Bromo Saja! Yuk Simak Tentang Lembah Bromo
Nama: KH Miftachul Akhyar
Tempat Lahir: Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir: 30 Juni 1953
Usia: 72 tahun (2025)
Profesi: Ulama, Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah, Rais Aam PBNU
Pendidikan: Nyantri dan belajar agama di berbagai pesantren di Jawa Timur
Kiprah Jabatan:
- Rais Syuriyah PCNU Surabaya
- Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur
- Wakil Rais Aam PBNU
- PJ Rais Aam PBNU
- Rais Aam PBNU
- Eks Ketua Umum MUI
- Fokus Keilmuan: Fikih, tafsir, akhlak, dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah
- Keluarga: Anak ke-9 dari 13 bersaudara dalam keluarga pesantren
Komitmen Menjaga Marwah Dakwah NU
Sikap KH Miftachul Akhyar terhadap kasus Gus Elham Yahya menunjukkan konsistensinya dalam menjaga kehormatan dakwah Islam. Baginya, pendakwah harus menjadi teladan, bukan justru menimbulkan keresahan.
Dengan pengaruhnya yang besar dan tegasnya sikap Syuriyah PBNU, publik berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh tokoh agama agar tetap berhati-hati dalam bertindak terutama di ruang publik. (*)
Editor : Riana M.