Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur menurun lereng Gunung Semeru, tepatnya di jalan raya Desa Candipuro, Kabupaten Lumajang, malam hari tanggal (11/11/2025).
Sebuah truk Mitsubishi Fuso bermuatan kayu mengalami rem blong dan menabrak tiga kendaraan lain yang sedang melintas, menyebabkan satu orang meninggal dunia di tempat, dua orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur rawan yang menghubungkan kawasan hutan produksi di lereng Semeru dengan pusat distribusi kayu di wilayah Lumajang. Truk dengan nomor polisi N-9858-UZ tersebut diketahui mengangkut muatan berat dari arah atas menuju pusat kota ketika insiden terjadi.
Kronologi Kejadian
Kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah Pronojiwo menuju Candipuro dengan kecepatan sedang. Namun, saat memasuki turunan tajam di kawasan Dusun Sumbermujur, pengemudi diduga kehilangan kendali akibat sistem pengereman yang tidak berfungsi optimal. Truk kemudian melaju tanpa kendali dan menghantam dua sepeda motor serta satu mobil pikap yang berada di depannya.
Benturan keras menyebabkan satu pengendara motor meninggal di tempat akibat luka parah di bagian kepala dan dada. Dua korban lain yang berada di mobil pikap mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Sementara dua pengendara motor lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat.
Respons Aparat dan Proses Evakuasi
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang segera tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga sekitar. Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari dua jam karena posisi truk yang melintang di badan jalan dan menimpa salah satu sepeda motor. Arus lalu lintas sempat ditutup sementara dan dialihkan melalui jalur alternatif di Desa Sumberwuluh.
Tim identifikasi dan Unit Gakkum Satlantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan memastikan penyebab utama kecelakaan. Berdasarkan hasil awal, rem blong menjadi faktor dominan, ditambah dengan kondisi jalan yang menurun tajam dan minim penerangan.
Kondisi Jalan dan Evaluasi Keselamatan
Jalur Candipuro–Pronojiwo dikenal sebagai salah satu lintasan paling berisiko di wilayah Lumajang, terutama bagi kendaraan berat. Selain kontur jalan yang curam dan berkelok, minimnya rambu peringatan dan fasilitas keselamatan seperti jalur penyelamat turut memperbesar potensi kecelakaan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemasangan jalur penyelamat (escape ramp) di beberapa titik rawan serta peningkatan pengawasan terhadap kendaraan angkutan berat yang melintas.
Reaksi Warga dan Pemerhati Transportasi
Warga sekitar lokasi kejadian mengaku tidak terkejut dengan insiden tersebut karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan serupa. Mereka berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk mencegah korban jiwa berjatuhan di masa mendatang.
Sementara itu, sejumlah pemerhati transportasi menilai perlunya audit teknis terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya yang melintasi jalur ekstrem seperti lereng Semeru. Pemeriksaan berkala terhadap sistem pengereman dan distribusi muatan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Identitas Korban dan Penanganan Lanjutan
Korban meninggal diketahui berinisial S, warga Desa Tumpeng, yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dua korban luka berat masih menjalani perawatan intensif dan dalam pengawasan tim medis.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sopir berinisial M, warga Kabupaten Malang, mengaku sempat mencoba mengendalikan kendaraan dengan rem tangan namun tidak berhasil. Ia juga menyatakan bahwa truk baru saja menjalani servis rutin, namun belum diketahui apakah sistem rem telah diperiksa secara menyeluruh.
Upaya Pencegahan dan Edukasi
Sebagai langkah antisipatif, Satlantas Polres Lumajang akan menggelar razia kendaraan berat secara berkala di jalur-jalur rawan. Selain itu, edukasi kepada pengemudi mengenai teknik berkendara di medan ekstrem juga akan ditingkatkan melalui pelatihan dan sosialisasi.
Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan angkutan untuk lebih bertanggung jawab dalam memastikan kelayakan armada mereka sebelum beroperasi. Kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan di kawasan pegunungan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kecelakaan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Jalur Candipuro–Pronojiwo merupakan akses vital bagi distribusi hasil pertanian dan kehutanan. Penutupan sementara jalan menyebabkan keterlambatan pengiriman barang dan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Selain itu, trauma psikologis juga dirasakan oleh warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Beberapa keluarga korban berharap adanya pendampingan psikologis dan bantuan sosial dari pemerintah daerah. (husnul-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid