Jawa Pos Radar Lawu - Kondisi korban ledakan di SMAN 72 Jakarta kini jadi perhatian publik setelah puluhan siswa dilarikan ke rumah sakit.
Beberapa korban ledakan mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang cukup kuat.
Sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang, namun ada yang masih perawatan intensif di ruang perawatan khusus.
Berikut perkembangan terkini mengenai kondisi korban ledakan SMAN 72 Jakarta dan proses pemulihannya.
Kronologi dan Jumlah Korban
Ledakan terjadi pada Jumat (4 November 2025) pagi di area masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Peristiwa itu memicu kepanikan siswa yang tengah melaksanakan kegiatan keagamaan.
Data dari Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyebutkan, 54 orang menjadi korban, terdiri atas siswa dan guru.
Dari jumlah itu, 21 korban telah dipulangkan, sementara 33 lainnya masih menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit rujukan.
Kondisi Medis Korban
Menurut laporan RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi, sejumlah korban mengalami luka bakar ringan hingga sedang, serta gangguan pendengaran akibat gelombang kejut.
Direktur Medis RS Yarsi menyebut enam siswa mengalami gangguan pendengaran dan satu korban menjalani operasi akibat luka di perut.
“Semua korban ditangani sesuai prosedur. Beberapa sudah stabil, tapi ada yang masih observasi di ruang THT,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan biaya pengobatan seluruh korban ditanggung penuh oleh Pemprov.
Pendampingan dan Pemulihan
Baca Juga: Dikecam Habis Usai Video Ciumi Anak Viral, Gus Elham Yahya Akhirnya Buka Suara: Saya Khilaf!”
Selain perawatan fisik, korban juga mendapatkan pendampingan psikologis untuk mengatasi trauma pasca-ledakan.
Psikolog dari Dinas Pendidikan DKI bersama relawan trauma healing telah diterjunkan ke sekolah.
Kepala SMAN 72 Jakarta mengatakan, “Kami fokus pada pemulihan fisik dan mental siswa agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan tenang.”
Sekolah juga memperketat pengawasan keamanan dan pemeriksaan barang bawaan untuk mencegah insiden serupa.
Langkah Pemerintah dan Sekolah
Baca Juga: Anak 11 Tahun Bikin Simulator Balap dari Kardus, Modal ChatGPT dan Tabungan Rp175 Ribu!
Pemerintah DKI Jakarta berjanji akan melakukan audit keamanan fasilitas sekolah serta edukasi tentang bahaya bahan kimia dan peledak.
Pihak sekolah menangguhkan sementara kegiatan belajar di lokasi masjid dan mengalihkan ke ruang kelas utama.
“Keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan semua kegiatan berjalan aman,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan DKI.
Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta menimbulkan luka fisik dan trauma bagi puluhan siswa.
Baca Juga: Diduga Korban Bullying, Siswa SMAN 72 Jakarta Balas Dendam dengan Ledakkan Sekolah!
Meski sebagian kondisi korban ledakan SMAN 72 Jakarta mulai membaik, proses pemulihan masih terus berlangsung.
Dukungan psikologis dan perhatian pemerintah diharapkan mampu membantu para korban kembali bersekolah dengan aman dan percaya diri. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid