Jawa Pos Radar Lawu - Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada transaksi pagi hari Kamis, mencapai level Rp 16.699 per dolar AS, naik sekitar 18 poin atau 0,11 persen dari posisi sebelumnya.
Penguatan ini muncul setelah beberapa hari rupiah mengalami tren pelemahan berturut-turut.
Sebelumnya, rupiah tercatat berada di angka sekitar Rp 16.733 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi.
Faktor Penguatan
Baca Juga: Gubernur Riau Abdul Wahid Terancam Penjara Seumur Hidup, KPK Ungkap Pasal Berlapis
1. Rupiah menguat karena tekanan pelemahan sebelumnya mulai mereda, sehingga pasar menunjukkan pembalikan arah.
2. Sentimen global dan domestik yang memungkinkan aliran dana masuk kembali ke aset berisiko seperti rupiah turut memberi dorongan.
3. Kondisi pasar spot dan kurs transaksi antarbank yang menjadi acuan menunjukkan bahwa rupiah membaik di pagi hari perdagangan.
Dampak Singkat bagi Masyarakat
1. Untuk pelaku usaha impor, penguatan rupiah berarti biaya pembelian barang dari luar negeri menjadi sedikit lebih ringan.
2. Konsumen umum mungkin belum merasakan efek langsung secara besar-besaran, namun stabilitas kurs baik dapat mengurangi tekanan inflasi dari komponen impor.
3. Pasar valuta asing dan pasar uang domestik diperkirakan akan memperhatikan apakah tren penguatan ini akan berlanjut atau hanya sementara saja.
Baca Juga: 7 Wisata Alam yang Bisa Menjadi Pilihan Alternatif Kamu Saat Berwisata di Kabupaten Bojonegoro
Meskipun rupiah menguat, posisi kurs masih berada pada kisaran Rp 16.699 per dolar AS yang menuntut kewaspadaan karena fluktuasi bisa terjadi cepat bila ada perubahan sentimen global atau data ekonomi penting. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid